Breaking News
Kaesang Terseret Dalam Pusaran Kasus Korupsi PT Timah I Persidangan MK Selesai, Kecurangan Pilpres 2024 Belum Tuntas Terungkap I Kebakaran di YLBHI Jakarta, Satu Anggota Pemadam Kebakaran Meninggal Dunia I Bawaslu Segera Rekrut Pengawas Ad Hoc Pilkada 2024 I Wali Kota Bobby Berbagi Kebahagiaan Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran I MUI Ingatkan Jemaah Aolia soal Menentukan Lebaran Lewat Telepon Allah
banner 600x300

Awas! Vape Juga Bisa Tercemar EG dan DEG Seperti Obat Sirup

PORTALSWARA.COM, Jakarta – Pemerintah diminta menganalisis temuan cemaran dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) di produk lain, selain obat sirup. Permintaan Peneliti Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Griffith University Australia, Dicky Budiman tersebut, salah satunya adalah menyorot kemungkinan adanya DEG di vape atau rokok elektronik.

Mengutip beberapa jurnal, Dicky menekankan temuan DEG di vape, yang kerap teridentifikasi lantaran banyak produk vape mengandung zat pelarut polietilen glikol. Misalnya, dalam jurnal NIH (National Institute of Health), para ahli menganalisis 42 model dari 14 merek cairan isi ulang vape atau rokok elektronik.

Ditemukan adanya dietilen glikol hingga etilen glikol. Meskipun masih berada dalam batas yang diizinkan untuk produk makanan dan farmasi, para peneliti khawatir lantaran senyawa tersebut berpotensi beracun.

“Vape yang umumnya beredar di pasaran itu mengandung polietilen glikol. Artinya, zat pelarut itu bukan hanya ada di obat sirup, tetapi juga di vape atau rokok elektrik,” terang Dicky, Sabtu (29/10/2022).

“Kalau polietilen glikol yang ada di vape terkontaminasi etilen glikol dan dietilen glikol, sama seperti cemaran yang ditemukan di obat sirup, maka vape pun punya risiko berbahaya termasuk sebabkan gangguan ginjal akut,” lanjut dia.

Cemaran EG maupun DEG juga bisa masuk ke tubuh ketika terhirup, bukan hanya dikonsumsi, seperti meminum obat sirup.Menurut Dicky, dilansir dari detik.com, Minggu (30/10/2022), hal ini menandakan pentingnya pengawasan berkala dilakukan pemerintah untuk melihat kemungkinan cemaran EG dan DEG di banyak produk, tidak hanya obat sirup. Laporan kasus gagal ginjal akut yang diduga kuat akibat EG dan DEG disebutnya menjadi momentum untuk meningkatkan pengujian.

“Ini yang artinya sekali lagi produk-produk yang ada di masyarakat menjadi kewajiban pemerintah untuk terus memantau, tidak dilepas begitu saja, memantau berkala,” lanjut Dicky.

Baca Juga :  Walikota Bobby Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Mesjid Al Huda

“Yang akan melihat kadar kualitas keamanan dari produk yang ada termasuk vape ini, apalagi ini bicara potensi bukan hanya jangka pendek tapi juga tentu jangka panjang,” kata dia. (psc/bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *