Breaking News
Kaesang Terseret Dalam Pusaran Kasus Korupsi PT Timah I Persidangan MK Selesai, Kecurangan Pilpres 2024 Belum Tuntas Terungkap I Kebakaran di YLBHI Jakarta, Satu Anggota Pemadam Kebakaran Meninggal Dunia I Bawaslu Segera Rekrut Pengawas Ad Hoc Pilkada 2024 I Wali Kota Bobby Berbagi Kebahagiaan Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran I MUI Ingatkan Jemaah Aolia soal Menentukan Lebaran Lewat Telepon Allah
banner 600x300

Bawaslu Labuhanbatu Akui Ada Kecurangan Oknum Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan

Komisioner Bawaslu Labuhanbatu DR Bernat Panjaitan SH MH (portalswara.com/Zulkifli)
Komisioner Bawaslu Labuhanbatu DR Bernat Panjaitan SH MH (portalswara.com/Zulkifli)

PORTALSWARA.COM — Harapan pemerintah pada penyelenggara Pemilu 2024 berjalan jujur dan adil cuma isapan jempol. Pasalnya, aksi main mata dan kecurangan yang di lakukan oknum penyelenggara pemilihan umum di Kabupaten Labuhanbatu, daerah pemilihan tiga, menaungi Kecamatan Bilah Hilir dan Kecamatan Panai Hulu, terkuak.

Hal itu, tertuang pada Laporan Andi Syahputra SH Mkn, salah satu Kuasa Hukum calon legislatif dari Partai Nasdem No Urut 1, Selasa (27/02/2024), ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Labuhanbatu.

Dengan No. 006/LP/PL/Kab/02.15/II/2024 atas dugaan Pelanggaran Administrasi dan kode etik terlapor Ketua PPK beserta anggota serta Ketua KPPS TPS 12 Sei Kasih dan Ketua KPPS TPS 35 Sei Tampang.

Dimana, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) disinyalir melakukan kecurangan yang dengan modus operandi melakukan pergeseran/perubahan hasil perhitungan suara pada rekapitulasi Formulir C Hasil salinan DPRD Kabupaten/Kota di dua TPS sekaligus.

Berdasarkan informasi yang dirangkum wartawan, Sabtu (02/03/2024), aksi kecurangan yang dilakukan oknum PPK di Dapil 3 Bilah Hilir dan Panai Hulu, dilakukan di dua TPS, di antaranya TPS 35 Sei Tampang dan TPS 12 Sei Kasih.

Dimana dari hasil perhitungan surat suara di TPS 12 Sei Kasih pada Formulir C Salinan Perolehan Suara Partai Nasdem dan Suara Calon Terkumpul 19 Suara. Rinciannya suara partai terkumpul 1 suara, calon legislatif nomor urut 1 terkumpul 17 suara, caleg nomor urut 2 terkumpul 1 suara .

Sementara pada Formulir C Plano, suara partai terkumpul 1 suara, caleg nomor urut 1 tidak ada, caleg nomor urut 2 mengumpulkan 17 suara dan caleg nomor Urut 3 mengumpulkan 1 suara.

Hal serupa juga terjadi pada TPS 35 Sei Tampang. Dimana pada hasil perhitungan surat suara pada Formulir C Salinan DPRD kabupaten/Kota.

Baca Juga :  Dasco Bantah Aulia Dicopot Buntut Foto Bareng Anies di Medan

Pada perhitungan surat suara Partai Nasdem berhasil memperoleh 47 suara. Dengan rincian suara partai terkumpul 2 suara, Caleg nomor urut 1 mengumpulkan 5 suara, Caleg nomor urut 2 mengumpulkan 37 suara dan Caleg nomor urut 6 berhasil mengumpulkan 3 suara.

Kecurangan pergeseran hasil perolehan suara yang dilakukan oknum-oknum PPK telihat jelas di formulir C Plano. Dimana pada perhitungannya di TPS 35 Sei Tampang, Partai Nasdem memperoleh 47 suara dengan perinciaan suara partai terkumpul 2 suara, Caleg nonor urut 1 mengumpulkan 5 suara, Caleg nomor urut 3 mengumpulkan 37 suara dan Caleg nomor urut 6 mengumpulkan 4 suara.

Aksi nekat oknum jajaran PPK di Dapil 3 Kabupaten Labuhanbatu mendapat kecaman keras dari Beriman Panjaitan SH, salah seorang praktisi hukum di Kabupaten Labuhanbatu.

Menurutnya kecurangan yang dilakukan PPK telah mencoreng asas, tujuan dan prinsip penyelenggaraan Pemilu di Indonesia. Apalagi telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) atau yang biasa disebut dengan UU Pemilu.

“Asas penyelenggaraan Pemilu di Indonesia Luber Jurdil, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Hal ini diatur dalam Pasal 2 UU No. 7 Tahun 2017 (UU Pemilu). Bunyinya, Pemilu dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” terangnya.

Dia berharap kepada pihak Badan Pengawas Pemilu Labuhanbatu segera mengambil tindakan dan melakukan penyelidikan atas dugaan kecurangan yang dilakukan oknum PPK Dapil 3 Labuhanbatu.

Sementara, Ketua Bawaslu Labuhanbatu, Wahyudi Ssos MM, melalui anggotanya, DR Bernat Panjaitan SH MH, saat dikonfirmasi wartawan tidak menampik atas adanya isu dugaan kecurangan yang dilakukan oknum petugas PPK tersebut. di

“Ya, kita sudah ada menerima laporan tersebut, pada tanggal 27 Februari 2024 dan masih kita dalami,” sebutnya.

Baca Juga :  Usai Temui Prabowo di Solo Gibran Dipanggil PDIP

Dikatakannya, sampai per tanggal (01/03/2024) pihak telah menerima 6 laporan satu di antaranya sudah dihentikan.

”Semua laporan tersebut masih dalam proses,” cetusnya. (psc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *