Breaking News
Kaesang Terseret Dalam Pusaran Kasus Korupsi PT Timah I Persidangan MK Selesai, Kecurangan Pilpres 2024 Belum Tuntas Terungkap I Kebakaran di YLBHI Jakarta, Satu Anggota Pemadam Kebakaran Meninggal Dunia I Bawaslu Segera Rekrut Pengawas Ad Hoc Pilkada 2024 I Wali Kota Bobby Berbagi Kebahagiaan Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran I MUI Ingatkan Jemaah Aolia soal Menentukan Lebaran Lewat Telepon Allah
banner 600x300

Bayi Usia 3 Hari di Dairi Diculik, Modus Beri Bantuan BPJS

PORTALSWARA.COM — Menggunakan modus memberi bantuan BPJS, bayi usia 3 hari di Dairi diculik. Karenanya, masyarakat diimbau berhati-hati bila ada orang yang datang ke rumah menawarkan bantuan uang Rp10 juta dari BPJS. Bisa jadi hal itu merupakan pelaku kejahatan.

Arif Misbah Kesogihan (29), warga Barisan Hapea Desa Lae Nuaha, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut), merupakan salah satu korbannya.

Peristiwa Kamis 15 Desember 2022 itu, anaknya yang masih bayi usia 3 hari menjadi korban penculikan seorang wanita. Kasus penculikan bayi ini sempat menghebohkan masyarakat.

Polisi yang mendapat laporan dari korban selanjutnya melakukan pencarian dan menyelamatkan bayi yang hendak dibawa ke kawasan Aceh.

“Pelaku sudah ditangkap,” kata Kasi Humas Polres Dairi Iptu Doni Saleh, Jumat (16/12/2022).

Pelaku berinisial J Br B (33) warga Kelurahan Sidikalang, Kabupaten Dairi.

“Pelaku ditangkap saat sedang berada dalam perjalanan mengarah ke wilayah Subussalam Provinsi Aceh,” ujar Doni.

Dalam penangkapan itu, Satreskrim Polres Dairi berkoordinasi dengan Polres Aceh Subulussalam, untuk melakukan razia terhadap angkutan umum dan akhirnya menemukan pelaku beserta bayi yang diculiknya.

Kronologi Penculikan
Doni menjelaskan kronologi kasus penculikan tersebut. Kejadian bermula ketika pelaku mendatangi rumah korban. Pelaku menyatakan korban mendapat bantuan subsidi dari BPJS sebesar Rp 10 juta. Untuk kepentingan pengurusan administrasi korban diminta pergi ke kantor BPJS di Sidikalang dan ke RSUD Sidikalang guna mengurus berkas-berkas.

“Kemudian korban pergi bersama mertua dan terduga pelaku penculikan bayi menuju kantor BPJS,” ujarnya.

“Pada saat korban pergi, wanita yang menjanjikan subsidi BPJS kepada korban, mengajak mertua korban ke arah Simpang Salak Sidikalang,” ungkapnya.

Sejurus kemudian pelaku meminta agar bayi tersebut diserahkan padanya untuk dipegang, setelah bayi ada dalam penguasaan pelaku dengan segera pelaku meninggalkan mertua korban dan kabur meninggalkan lokasi.

Baca Juga :  Kejati Sumut Diminta Transparan soal Dugaan Korupsi Rp73,2 Miliar di PDAM Tirtanadi

“Setelah diinterogasi, penjelasan awal pelaku bahwa tujuan yang bersangkutan mengambil bayi adalah untuk dibesarkan sendiri, karena menurut pelaku dokter sudah menyatakan dirinya tidak bisa lagi memiliki keturunan,” beber Doni.

Saat ini terduga pelaku penculikan anak bayi tersebut mendekam di sel RTP Polres Dairi guna mempertanggung jawabkan perbuatannya dan proses penyidikan selanjutnya.

“Anak bayi tersebut diserahkan kepada orang tuanya guna perawatan,” tukasnya. (psc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *