Breaking News
Polda Sumut Tangkap Dua Nenek Penipu Jual Beli Tanah Rp852 Juta I PWI: Draft RUU Penyiaran Larang Penayangan Jurnalisme Investigasi Hambat Tugas Jurnalistik I Salwa Ar Royyan, Jamaah Calon Haji Termuda dari Medan, Hafizah 17 Juz I Sisa Material Bangunan Stadion Teladan Telah Dilelang KPKNL Rp1,6 M I Plh Dirut Perumda Tirtanadi Bagikan 8.624 Handuk ke Jamaah Haji Embarkasi Medan

Beras Bulog Pinrang Raib 500 Ton

PORTALSWARA.COM, Jakarta — Kepala Cabang Bulog Pinrang (MI) dicopot dari jabatannya akibat dugaan penyelewengan 500 ton beras yang raib dari gudang di Bittoeng. Beras Bulog Pinrang raib 500 ton.

Perum Bulog Sulselbar bersama kepolisian juga melakukan penyelidikan internal. Pimpinan Cabang Pembantu Bulog Pinrang Sulawesi Srlatan (RWPS), turut dimutasi ke tempat lainnya.

Menurut Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Bakhtiar, pihaknya sudah mengambil tindakan. “Kita sudah ganti, termasuk kepala Bulog-nya,” katanya, Senin (21/11/2022).

Pihaknya saat ini juga, sedang melakukan investigasi internal.

“Dari pengakuan mereka, bahwa beras-beras tersebut tidak hilang melainkan dipinjamkan ke pihak ketiga,” kata Bakhtiar.

Selain melakukan investigasi internal, kata Bakhtiar, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut. Bakhtiar juga menegaskan bahwa persoalan itu akan ditangani secara profesional.

“Sudah ada pengembalian yang bersangkutan sekitar dibawa 500 ton. Namun, dengan kondisi seperti ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Kita sudah juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” katanya.

Terpisah, Kapolres Pinrang, AKBP Roni Mustofa, sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (22/11/2022), yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan soal hilangnya 500 ton beras dari gudang Bulog Bittoeng Pinrang.

“Coba konfirmasi ke Kasat ya,” kata Roni. (psc/sugi)

Baca Juga :  Jalan Ade Irma Suryani Medan Membuat Warga Resah Akibat Kerusakan Bertahun-Tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *