Breaking News
6 Peserta UKW PWI Sumut Angkatan 59-60 Belum Kompeten I Bobby Nasution Sampaikan ke DPP PDI-P Dukung Prabowo-Gibran I Ini Dia Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 I Musnahkan Barang Bukti Narkoba Skala Besar, Polda Sumut Selamatkan Ratusan Ribu Jiwa I 2 Pria di Sergai Curi Kabel Lampu Tol Seharga Rp84 Juta Ditangkap

Butuh Modal Segini Bisnis SPBU Pertamina

PORTALSWARA.COM, Jakarta — Stasiun Pengisian Bahan Bakar Unum (SPBU) menjadi kebutuhan dasar sebagian besar masyarakat. Gerai ternama di Indonesia ini menawarkan kerja sama. Dan butuh modal segini bisnis kemitraan atau waralaba tersebut.

Meski membutuhkan modal yang besar, tetapi bisnis tersebut sangat menjanjikan

Ada syarat dan besaran modal besar yang harus dirogoh, jika tertarik ingin memiliki SPBU Pertamina. Namun, hal itu juga sebanding dengan keuntungannya.

Dilansir dari laman resmi Kemitraan Pertamina, Sabtu (12/11/2022), untuk SPBU Regular syarat yang harus dipenuhi minimal memiliki lahan berukuran 1.500 m2 dengan lebar depan 30 meter serta menyediakan modal paling tidak Rp 500 juta.

Namun jika mendirikan bisnis franchise SPBU reguler dirasa sangat mahal. Ada juga pilihan yang diberikan oleh Pertamina yakni franchise SPBU mini atau yang dikenal dengan Pertashop.

Pertashop menjual produk-produk BBM Pertamina yang non-subsidi, LPG non-subsidi, dan produk lainnya yang dimiliki oleh Pertamina.

SPBU mini biasanya ada di tempat-tempat terpencil, seperti di pedesaan atau perkampungan yang jauh dari kota. Hal itu karena lahan yang dibutuhkan untuk mendirikannya pun lebih sempit.

Berikut paket bisnis franchise Pertashop yang ditawarkan oleh Pertamina dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (12/11/2022).

Tipe Gold: Modal yang dibutuhkan adalah Rp250 juta. Semuanya sudah mencakup biaya pengiriman dan biaya pembangunan Pertashop. Sementara itu untuk lahan, harus menyediakannya sendiri. Paling bagus jika lahan itu adalah lahan milik sendiri.
– Produk yang dijual adalah Pertamax sebesar Rp20 juta dengan rincian:
– Biaya beli yang murah mencapai Rp8.150 per liter.
– Keuntungan bisa mencapai Rp850 per liter.
– Pendapatan per hari bisa mencapai Rp 400 liter per hari.
– Pengembalian modal maksimal hingga 5 tahun.

Baca Juga :  Rencana Impor Beras Bulog Ditolak Petani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *