Breaking News
Ramai-ramai Tolak Pangkat Jenderal Kehormatan Prabowo I 13 Kepala Daerah Ajukan Permohonan ke MK Usulkan Pilkada 2025 I Daftar Daerah yang Bakal Gelar Pilkada Serentak 27 November 2024 I Tolak Rencana KUA Sebagai Tempat Pencatatan Nikah Semua Agama, Hidayat Nur Wahid: Bisa Memicu Disharmoni I Jabatan Plt Sekretaris DPRD Labuhanbatu Parulian Diduga Ilegal

Deflasi Sumut Desember Pertanda Buruk

PORTALSWARA.COM — Puncak belanja masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), diperkirakan pada Rabu (28/12/2022) hingga Kamis (29/12/2022). Terjadinya deflasi Sumut Desember pertanda buruk.

Menurut Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, belanja masyarakat meningkat konsisten. Dan deflasi Sumut Desember pertanda buruk.

“Saya proyeksikan belanja masyarakat akan meningkat secara konsisten hingga hari tersebut. Karena pada hari Jumat saya memperkirakan mobilitas masyarakat akan banyak ke luar kota,” ungkapnya, Selasa (13/12/2022).

Karenanya, sambung dia, belanja akan menurun drastis setelahnya. Namun bukan berarti laju kenaikan harga barang akan berhenti disitu. Sejauh ini, sejumlah komoditas pangan yang perlu di perhatikan agar harganya bisa terkendali adalah bawang merah, telur dan daging ayam, tepung dan cabai.

“Beberapa sumber protein lainnya seperti ikan segar maupun daging sapi juga berpeluang mengalami lonjakan demand atau permintaan,” ucap Ketua Tim Pemantau Harga Pasar Sumut ini.

Akan tetapi, dia menilai untuk daging sapi maupun ikan segar harganya tidak akan merangkak jauh dari yang sekarang. Terlebh untuk pelaku usaha pedagang daging sapi yang harganya sulit untuk dinaikkan. Sementara untuk harga ikan segar diperkirakan masih tidak akan banyak berubah dan bertahan mahal seiring dengan pasokan ikan segar yang masih bermasalah.

Namun untuk sejumlah komoditas lainnya masih berpeluang berfluktuasi dengan kecenderungan keatas. Ini yang perlu diwaspadai, sehingga koordinasi antar dinas terkait perlu ditingkatkan. Dan umumnya pemerintah daerah kerap melakukan operasi pasar, yang semestinya juga sangat berpeluang untuk bisa menekan demand yang terjadi di pasar, sehingga harganya diharapkan tidak mengalami lonjakan yang tajam.

Baca Juga :  Butuh Modal Segini Bisnis SPBU Pertamina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *