Breaking News
Kaesang Terseret Dalam Pusaran Kasus Korupsi PT Timah I Persidangan MK Selesai, Kecurangan Pilpres 2024 Belum Tuntas Terungkap I Kebakaran di YLBHI Jakarta, Satu Anggota Pemadam Kebakaran Meninggal Dunia I Bawaslu Segera Rekrut Pengawas Ad Hoc Pilkada 2024 I Wali Kota Bobby Berbagi Kebahagiaan Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran I MUI Ingatkan Jemaah Aolia soal Menentukan Lebaran Lewat Telepon Allah
banner 600x300

Dr Ali Yusran Gea SH MKn MH: Suara Rakyat Senjata Terakhir Lawan Kezholiman Rezim

PORTALSWARA.COM — Dr Ali Yusran Gea, Pakar Hukum Tatanegara, menegaskan bahwa dalam menghadapi kezholiman rezim yang berkuasa di Indonesia, suara rakyat menjadi satu-satunya kekuatan yang mampu melawan.

Dalam wawancaranya dengan wartawan di Pondok Konstitusi Dr Gea Jalan Bakti Selatan Medan, Kamis (29/02/2024), Gea mengungkapkan keyakinannya bahwa hanya suara rakyat yang dapat meruntuhkan kezholiman rezim, yang saat ini mengguncang tatanan kebangsaan.

Gea menilai bahwa mekanisme konstitusi dan politik tidak lagi efektif untuk menggugat Pemilu yang terindikasi curang, karena lembaga seperti Mahkamah Konstitusi dan DPR RI telah dikuasai oleh rezim. Meskipun ada harapan pada anggota DPR hasil Pemilu 2024, waktu yang terbatas membuat peluang untuk menggelar Hak Angket terbatas.

Pakar hukum tersebut juga menyoroti kurangnya konsistensi partai politik dalam membela kebangsaan. Gea menekankan pentingnya menguji komitmen partai-partai politik untuk memperbaiki kondisi amburadul bangsa. Ia mengkritisi ketidakberanian partai-partai politik untuk menggulirkan Hak Angket ketika Mahkamah Konstitusi memutuskan batas usia calon presiden dan wakil presiden.

Dr Ali Yusran Gea menyimpulkan bahwa menggalang suara rakyat sebagai suara Tuhan merupakan satu-satunya jalan yang efektif.

Jika terbukti Pemilu curang, Gea menekankan perlunya hukuman terhadap KPU dan Bawaslu karena menyelewengkan wewenang yang diberikan. Dengan sikap tegasnya, Gea memandang bahwa hanya dengan kesatuan suara rakyat, perubahan yang diinginkan dapat terwujud. (r/psc)

Baca Juga :  KPU: Presiden Boleh Berkampanye Asal Cuti Tanpa Fasilitas Jabatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *