Breaking News
Polda Sumut Tangkap Dua Nenek Penipu Jual Beli Tanah Rp852 Juta I PWI: Draft RUU Penyiaran Larang Penayangan Jurnalisme Investigasi Hambat Tugas Jurnalistik I Salwa Ar Royyan, Jamaah Calon Haji Termuda dari Medan, Hafizah 17 Juz I Sisa Material Bangunan Stadion Teladan Telah Dilelang KPKNL Rp1,6 M I Plh Dirut Perumda Tirtanadi Bagikan 8.624 Handuk ke Jamaah Haji Embarkasi Medan

Gempar Pencurian Emas Batangan Korut Senilai Rp1,85 Triliun

PORTALSWARA.COM — Peristiwa menggemparkan terjadi saat berlangsung pencurian emas batangan Korea Utara (Korut) senilai Rp1, 85 triliun.

Menurut laporan Radio Free Asia (RFA), pencurian emas dengan nilai mencapai US$ 130 juta tersebut, dilakukan tiga orang dengan mengenakan topeng. Mereka mengambil emas itu dari sebuah kendaraan lapis baja yang dijaga 2 orang tentara. Para bandit itu dilaporkan pergi ke wilayah pedesaan.

Akibat kejadian ini, melansir CNBC Indonesia, Sabtu (3/12/2022), pihak berwenang mengumumkan keadaan darurat di Sinuiju, Hyesan dan kota-kota perbatasan lainnya. Kota-kota perbatasan juga berada dalam siaga tinggi. Karena tidak ada pasar emas di negara itu. Sehingga kemungkinan untuk menjualnya hanya ke arah China.

“Perampokan pertengahan November terjadi ketika sebuah kendaraan lapis baja yang membawa emas dihentikan di pinggir jalan di sepanjang Rute 1 dalam perjalanan ke ibu kota Pyongyang dari Sinuiju,” kata sumber tersebut Jumat (2/12/2022)

“Ada dua tentara bersenjata lengkap yang mengendarai kendaraan lapis baja itu, tetapi menilai dari seberapa cepat para perampok dapat menaklukkan mereka, sepertinya mereka memiliki pelatihan militer khusus. Tentara bersenjata tidak berdaya dalam situasi itu,” kata sumber yang tinggal di dekat Sinuiju.

Pihak berwenang juga disebutkan telah memasukkan semua mantan pasukan khusus di provinsi Pyongan Utara ke dalam daftar tersangka. Mereka juga telah menginterogasi para pasukan khusus itu namun belum ada titik temu yang jelas.

“Kota perbatasan Hyesan berada dalam keadaan darurat dengan penyelidik dari Kementerian Keamanan Negara, Kementerian Keamanan Sosial, dan markas besar patroli perbatasan tentara di semua tempat,” kata seorang penduduk provinsi Ryanggang.

Korut menghasilkan antara dua dan empat metrik ton emas per tahun. Sebagian besar hasil itu dikirim ke Office 39.

Baca Juga :  Gempa M 6.3 Afghanistan Tewaskan 2.445 Orang

Office 39 diyakini sebagai organisasi yang bertugas menyediakan dana gelap untuk pemimpin negara Kim Jong Un dan keluarganya. Sisanya akan masuk ke dalam rekening milik bank sentral Korut.

Fasilitas produksi emas utama Korut berada di tambang Jongju dan Unjon, yang terletak di Pyongan Utara. Ada juga beberapa yang lain di provinsi Ryanggang dan Hwanghae Selatan.

Namun, diam-diam banyak orang menganggap para bandit itu sebagai pahlawan karena mereka menganggap pemerintah menimbun emas alih-alih menggunakannya untuk membantu rakyat. Pasalnya, banyak warga yang menderita akibat pandemi Covid-19.

“Penduduk menertawakan pihak berwenang dan bersorak bahwa seseorang mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyerbu truk emas dan lolos begitu saja,” tambah sumber lainnya. (psc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *