Breaking News
Ramai-ramai Tolak Pangkat Jenderal Kehormatan Prabowo I 13 Kepala Daerah Ajukan Permohonan ke MK Usulkan Pilkada 2025 I Daftar Daerah yang Bakal Gelar Pilkada Serentak 27 November 2024 I Tolak Rencana KUA Sebagai Tempat Pencatatan Nikah Semua Agama, Hidayat Nur Wahid: Bisa Memicu Disharmoni I Jabatan Plt Sekretaris DPRD Labuhanbatu Parulian Diduga Ilegal

Kebaya, Busana Tradisional Pernah Diklaim Singapura ke Unesco

PORTALSWARA.COM — Kebaya memiliki sejarah yang dikenal sebagai baju tradisional asal Indonesia. Dikenal unik karena memiliki motif dan warna beraneka ragam, ternyata kebaya, busana tradisional pernah diklaim Singapura ke Unesco.

Gegara beberapa negara berencana mendaftarkan pakaian tersebut ke UNESCO sebagai warisan budaya, kebaya pun menjadi bahan perbincangan. Mereka di antaranya, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand.

Lalu, bagaimana sejarah perkembangan kebaya? Simak penjelasan di bawah ini sebagaimana dilansir dari detik.com, Senin (28/11/2022).

Sejarah Kebaya, Baju Tradisional Indonesia
Ulasan tentang kebaya tercantum dalam jurnal berjudul “Kebaya Kontemporer Sebagai Pengikat Antara Tradisi dan Gaya Hidup Masa Kini” yang ditulis oleh Fita Fitria dan Novita Wahyuningsih, Program Studi Seni Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Kebaya berasal dari bahasa Arab yaitu abaya yang artinya pakaian. Denys Lombard, seorang sejarawan yang menekuni budaya Jawa mengatakan bahwa kata kebaya berasal dari bahasa Arab Kaba’ yang berarti pakaian.

Ada pula yang mengatakan jika kebaya diperkenalkan lewat bangsa Portugis saat mendarat di kawasan Asia Tenggara. Di masa itu, kebaya digunakan untuk menunjuk atasan atau blus yang dikenakan oleh wanita Indonesia antara abad ke-15 dan 16 Masehi.

Pada masa penjajahan Belanda, kebaya digunakan sebagai busana resmi wanita Eropa. Pada abad ke-19, kebaya menjadi pakaian sehari-hari bagi semua kelas sosial, baik perempuan Jawa maupun peranakan Belanda.

Baca Juga :  Belanda Jajah Indonesia 350 Tahun Hanya Mitos, Simak Fakta dan Penjelasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *