Breaking News
NasDem dan Gerindra Pasangkan Rico-Zaki di Pilwalkot Medan I Kebijakan Parkir Berlangganan, Bobby Gaji 1.700 Jukir di Medan Rp2,5 Juta per Bulan I Hari Pertama Parkir Berlangganan Kota Medan Terjual 1.093 Stiker I Harga Tiket KA Bandara Kualanamu Turun Jadi Rp40 Ribu Mulai 1 Juli I Warga di Medan Disekap dan Dimintai Uang Rp100 Juta

Kelelawar Sebesar Manusia Benar Memang Ada

PORTALSWARA.COM, Jakarta — Kelelawar mahkota emas atau the golden flying fox, kelelawar sebesar manusia benar memang ada. Ini adalah binatang terbang yang besar.

Ketika binatang nokturnal itu mulai terkenal beberapa tahun lalu di internet, kelelawar setinggi dua meter dan menyerupai manusia itu kerap kali dianggap sebagai bohongan

Dan ternyata kelelawar mahkota emas itu benar adanya. Habitat kelelawar itu diketahui banyak tersebar di Filipina.

Meski berbadan besar, bersayap lebar, tinggi, hitam dan seram, namun kelelawar itu bukanlah hewan karnivora atau hewan pemakan daging. Melainkan kelelawar itu adalah hewan pemakan tumbuhan atau hewan herbivora. Demikian dikutip dari History of Yesterday, Rabu (9/11/2022).

Di Filipina sendiri, kelelawar itu sering terlihat berada di dekat rumah-rumah penduduk lokal. Alasannya adalah habitat kelelawar yang semakin terancam dan penduduk lokal yang sering memburu kelelawar itu.

Bahkan menurut ahli biologi, keberadaan dan kehidupan kelelawar itu kini terancam karena perubahan iklim.

Untuk menghindari ancaman, kelelawar itu kerap berpindah tempat. Beberapa kelelawar mahkota emas yang besar dan memiliki sayap selebar 1.6 meter dapat terbang hingga sejauh 250 kilometer di tengah malam menggunakan kemampuan ekologinya.

Bahkan, melansir Merdeka.com, Jumat (18/11/2022), kemampuan ekologi kelelawar itu diyakini lebih baik dibanding kemampuan lebah.

Kelelawar emas yang sering bermigrasi baik karena perubahan iklim atau terancam habitatnya pun dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan hidup yang berubah-ubah.

Kelelawar pemakan tumbuhan itu juga harus hidup di tempat yang penuh buah. Karena itu, pohon-pohon penghasil buah-buahan harus tetap dijaga keberadaannya agar kelelawar itu tidak mengganggu penduduk lokal. (psc/sugi)

Baca Juga :  Mike Tyson dan DJ Khaled Umrah Bareng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *