Breaking News
NasDem dan Gerindra Pasangkan Rico-Zaki di Pilwalkot Medan I Kebijakan Parkir Berlangganan, Bobby Gaji 1.700 Jukir di Medan Rp2,5 Juta per Bulan I Hari Pertama Parkir Berlangganan Kota Medan Terjual 1.093 Stiker I Harga Tiket KA Bandara Kualanamu Turun Jadi Rp40 Ribu Mulai 1 Juli I Warga di Medan Disekap dan Dimintai Uang Rp100 Juta

Kemenag Ajak Umat Islam Sholat Khusuf saat Gerhana Bulan Total

PORTALSWARA.COM, Jakarta – Gerhana Bulan Total akan terjadi Selasa 8 November 2022. Terkait itu, Kementerian Agama (Kemenag) mengajak umat Islam di Indonesia, untuk melaksanakan sholat gerhana atau sholat khusuf.

Seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) ini.

Menurut Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, berdasarkan data astronomis, Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia, pada Selasa 8 November 2022.

“Insya Allah, pada 8 November 2022, akan terjadi Gerhana Bulan Total di seluruh wilayah Indonesia,” terang Kamaruddin Amin.

Kamaruddin, dikutip dari ayomedan.id, Senin 7 Nopember 2022, menjelaskan, Gerhana Bulan Total di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Bengkulu dapat dilihat pada kontak Umbra 3 (U3) pukul 18:42 WIB.

Sementara masyarakat di Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat, dapat melihat GBT pada waktu puncak gerhana, yakni 17:59 WIB.

Untuk wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, GBT dapat dilihat pada kontak Umbra 2 (U2) pukul 17:16 WIB/18:16 WITA/19:16 WIT.

“Masyarakat Papua dan Papua Barat dapat melihat Gerhana Bulan Total pada kontak Umbra 1 (U1) pukul 18:08 WIT,” jelasnya.

Kamaruddin mengajak umat Islam untuk melaksanakan sholat khusuf atau sholat gerhana saat terjadi gerhana bulan tersebut.

“Pelaksanaan shalat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing,” katanya.

Ia juga mengimbau, agar masyarakat memperbanyak dzikir dan istighfar serta berdoa.

“Kami juga mengimbau masyarakat memperbanyak dzikir, istighfar, sedekah dan amal saleh lainnya, serta mendoakan kesejahteraan dan kemajuan bangsa,” sambungnya. (psc/bs)

Baca Juga :  Pendapatan Non Pajak Imigrasi Capai Rp4 Triliun, Kanim TBA Sumbang Rp9,3 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *