Breaking News
NasDem dan Gerindra Pasangkan Rico-Zaki di Pilwalkot Medan I Kebijakan Parkir Berlangganan, Bobby Gaji 1.700 Jukir di Medan Rp2,5 Juta per Bulan I Hari Pertama Parkir Berlangganan Kota Medan Terjual 1.093 Stiker I Harga Tiket KA Bandara Kualanamu Turun Jadi Rp40 Ribu Mulai 1 Juli I Warga di Medan Disekap dan Dimintai Uang Rp100 Juta

Kementerian PUPR Turun Tangan Tata Kawasan Belawan Medan

PORTALSWARA.COM, Medan – Pemerintah Kota (Kota) Medan terus melakukan koordinasi demi percepatan pembangunan tanggul dan rumah panggung di Kecamatan Medan Belawan. Dan guna mengatasi permasalahan kekumuhan, kemiskinan serta banjir rob, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI pun turun tangan.

“Atas nama Pemko Medan, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR RI yang telah membantu dalam menata kawasan Belawan ini. Selaku pemerintah daerah, tentunya kami akan mendukung penuh program yang dicanangkan Pemerintah Provinsi maupun Pusat untuk kemajuan masyarakat kami,” ungkap Walikota Medan Bobby Nasution, saat menerima kunjungan Kepala BPIW Kementerian PUPR RI, Ir Rachman Arief Dienaputra MEng, di Pendopo Rumah Dinas Walikota Medan, Jumat (28/10/2022).

Kedatangan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) adalah dalam rangka Rencana Pencanangan Penanganan Terintegrasi Kawasan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala Pusat Pengembangan Wilayah I Ir Hari Suko Setiono, Direktur Pkp Ditjen Cipta Karya Ir Wahyu, Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan Edward Abdurahman, Kepala Balai Jalan Brawijaya, para pejabat Administrasi Kementerian PUPR, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan serta Camat Medan Belawan Subhan Fajri Harahap, menantu Presiden Joko Widodo ini menyampaikan, penataan kawasan Medan Belawan ini sudah ditunggu-tunggu sejak lama.

Sebelum pembangunan tanggul di Zona C diambilalih Kementerian PUPR, jelas Bobby, Pemko Medan sudah menganggarkan dan mendesain rumah panggung seperti di Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau untuk kawasan tersebut.

“Kami berharap agar desain ini dapat digunakan untuk kawasan di Zona A yang hanya terdapat 17 rumah. Di samping itu  kami juga telah melakukan sosialisasi terlebih dahulu,” ungkapnya seraya berharap agar penataan ini dapat segera dilakukan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Medan, khususnya Medan Belawan,” harapnya.

Baca Juga :  Tolak Rencana KUA Sebagai Tempat Pencatatan Nikah Semua Agama, Hidayat Nur Wahid: Bisa Memicu Disharmoni

Selanjutnya menyikapi masyarakat yang tinggal di lahan milik PT Pelindo, ungkap Bobby Nasution, Pemko Medan memiliki dua solusinya yakni sistem pinjam pakai atau penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelola (HPL).

“Jika HGB di atas HPL apakah nantinya atas nama Pemko Medan atau masyarakat, ini yang perlu dipastikan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BPIW Kementerian PUPR RI Ir Rachman Arief Dienaputra MEng menyampaikan, Rencana Pencanangan Penanganan Terintegrasi Kawasan Belawan terbagi dalam 4 zona yakni Zona A (Kelurahan Belawan I) fokus kepada perlindungan fasilitas strategis melalui program tanggul 378 m dan parapet 598 m, 2 pintu pompa dan 1 polder serta collector drain 920 m.

Kemudian Zona B (Kelurahan Belawan I dan Belawan II), jelas Rachman, luapan banjir rob dari arah Sungai Belawan ke arah Kelurahan Belawan I (seluas 24,5 ha) direncanakan akan ditahan dengan pembangunan tanggul sheet pile sepanjang 320 m. Lalu, peninggian jalan sebagai tanggul 1.551 m, collector drain 1.600 m dan 7 pintu pompa. Selain itu, untuk luapan banjir rob yang datang dari anak Sungai Deli ke arah Kelurahan Belawan II (70 ha) dikendalikan dengan pintu pompa.

Untuk Zona C (Kelurahan Belawan Bahari), lanjut Rachman, luapan banjir rob akan ditahan dengan pembangunan parapet + collector drain sepanjang 1.573 m, parapet 225 m, 3 pintu pompa.

“Area perumahan di Kelurahan Belawan Bahari Blok BB 1 dan 2 ini merupakan area paling parah masuk dan merupakan lokasi prioritas PKE sehingga perlu diprioritaskan untuk ditangani,” terangnya. 

Sedangkan di Zona D (Kelurahan Bagan Deli), sebut Rachman, penanganan banjir rob tidak diperlukan mengingat banjir pada kawasan ini akan tereduksi pada saat Bendungan Lau Simeme selesai dibangun (2024) dan floodway Sungai Deli dan Sungai Percut difungsikan. Beberapa rumah tidak layak huni dan infrastruktur permukiman di Kelurahan Bagan Deli terutama Lingkungan 1, 2, 13, bilangnya, perlu ditingkatkan kualitasnya.

Baca Juga :  Prakiraan BMKG Cuaca Medan Hari Ini Hujan Ringan

“Saya harap Pemko Medan dapat melakukan pendampingan pada masyarakat yang berada di Kelurahan Bahari dengan melakukan sosialisasi seperti sosialisasi program penanganan banjir rob, pendampingan penanganan kemiskinan ekstrim di Belawan Bahari dan lain sebagainya sehingga pembangunan ini dapat selesai. Oleh karenanya mari kita tingkatkan sinergitas kita bersama,” ajaknya.* (psc/bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *