Breaking News
NasDem dan Gerindra Pasangkan Rico-Zaki di Pilwalkot Medan I Kebijakan Parkir Berlangganan, Bobby Gaji 1.700 Jukir di Medan Rp2,5 Juta per Bulan I Hari Pertama Parkir Berlangganan Kota Medan Terjual 1.093 Stiker I Harga Tiket KA Bandara Kualanamu Turun Jadi Rp40 Ribu Mulai 1 Juli I Warga di Medan Disekap dan Dimintai Uang Rp100 Juta

KPU Deliserdang Sosialisasikan SIAKBA untuk Badan Ad Hoc

PORTALSWARA.COM, Deliserdang — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Deliserdang sosialisasikan Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Ad Hoc untuk proses pendaftaran Badan Ad Hoc.

Menurut anggota Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Deliserdang, Timo Dahlia Daulay, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan jadwal perekrutan Badan Ad Hoc. Karena sampai saat ini belum mendapat petunjuk teknis dari KPU RI.

Dikatakannya, kalau untuk masa kerjanya, mulai Januari 2023 sampai dua bulan pemungutan suara berakhir.

“Juknis belum ada, karena belum dikeluarkan KPU RI. Ya Insyaallah di minggu ini, karena informasi terakhir KPU RI dan Provinsi sedang melaksanakan Rakor di Jakarta,” kata Timo, di lantai II Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Rabu (16/11/2022).

Dijelaskan Timo, sesuai dengan PKPU, Badan Ad Hoc yang sebelumnya pernah bertugas pada periode sebelumnya bisa mendaftar kembali melalui aplikasi SIAKBA.

“Kalau SIAKBA ini hanya proses perekrutannya saja yang berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Kalau dulu kan belum ada SIAKBA. Ini akan menjadi data base,” ucap Timo.

Untuk perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 5 orang yang akan ditetapkan, akan ada 10 orang yang mengikuti proses wawancara.

Sisanya disebut akan jadi calon cadangan apabila terjadi Pergantian Antar Waktu (PAW).

Sementara untuk jumlah anggota PPS nantinya ada 3 orang per desa, dan KPPS ada 7 orang dengan tambahan dua petugas ketertiban.

“Untuk gaji ketua PPK periode ini Rp 2,5 juta dan anggota Rp 2,3 juta. Kalau dulu masih RP1,8 juta dan ketua Rp2 juta. Syarat untuk PPK minimal 17 tahun dan batasan usia tidak ada hanya untuk KPPS diterapkan tidak lebih dari usia 50 tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cenderung Mahal, Anies Akan Bangun Transportasi Murah di Medan

Mengenai aplikasi SIAKBA ini, Timo menjelaskan, KPU Deliserdang sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui radio.

Diakui kalau untuk sosialisasi tatap muka baru kali ini dilakukan dan akan kembali dilakukan ke depannya.

“SIAKBA ini di akun operatornya dia itu link dengan Sipol. Jadi kalau masuk NIK akan ada itu tanda bahwa si pelamar ini dia masuk parpol atau tidak. Terdaftar di Sipol berarti dia anggota parpol, ya tidak bisa,” ucap Timo

Sementara kegiatan sosialisasi ini, selain awak media menjadi peserta, juga dari pihak pemerintah hadir yakni para camat dan sekretaris camat se-Kabupaten Deliserdang. (psc/sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *