Breaking News
NasDem dan Gerindra Pasangkan Rico-Zaki di Pilwalkot Medan I Kebijakan Parkir Berlangganan, Bobby Gaji 1.700 Jukir di Medan Rp2,5 Juta per Bulan I Hari Pertama Parkir Berlangganan Kota Medan Terjual 1.093 Stiker I Harga Tiket KA Bandara Kualanamu Turun Jadi Rp40 Ribu Mulai 1 Juli I Warga di Medan Disekap dan Dimintai Uang Rp100 Juta

Krisis Inggris: Angka PSK dan Kelaparan Meningkat

PORTALSWARA.COM — Biaya hidup di Inggris semakin mahal akibat inflasi tinggi. Bahkan dengan krisis Inggris, angka PSK dan kelaparan meningkat.

pangan terjadi hingga krisis hingga angka Pekerjan Seks Komersial (PSK) semakin tinggi di negeri britania raya ini.

Laporan Sky News Oktober lalu, ada kenaikan perempuan yang beralih profesi menjadi pekerja seks komersial (PSK). Kebutuhan hidup yang mahal menjadi penyebab. Akibat krisis Inggris, angka PSK dan kelaparan pun meningkat.

Hasil sejumlah survei berdasarkan laporan CNBC International, warga juga melewatkan makan hanya untuk membayar biaya energi yang tinggi. Dimuat The Guardian, siswa sekolah juga terpaksa mengunyah penghapus karet karena malu tak membawa makanan ke kelas.

Melansir CNBC Indonesia, Minggu (11/12/2022), dalam update terbaru Desember ini, The Independent melaporkan pula bagaimana warga mengkonsumsi makanan hewan untuk bertahan hidup. Mereka juga memanaskan makanan dengan lilin untuk mengkompensasi biaya energi yang tinggi.

Inflasi Inggris telah mencapai level tertinggi dalam 41 tahun, dengan biaya makanan dan minuman non-alkohol melonjak sebesar 16,4% pada tahun ini hingga Oktober. Ini merupakan kenaikan terbesar sejak 1977.

Kemalangan ditambah dengan melonjaknya tagihan energi. Rumah tangga dipaksa untuk membuat pilihan sulit antara pemanas dan makan.

Meski mengalami kenaikan biaya hidup yang cukup tajam, upah di Inggris stagnan. Menurut Trades Union Congress (TUC), itu memicu kerugian warga hingga 6,2% selama dua tahun ke depan.

Ada peningkatan jumlah orang dalam pekerjaan sektor publik yang terpaksa bergantung pada bank makanan (food bank) karena krisis biaya hidup meningkat. Di sisi lain, ada juga pemogokan massal terjadi di antara pekerja di bidang pendidikan, kesehatan, dan industri kereta api yang mendesak kenaikan upah.

Baca Juga :  Legislator AS Marah Melihat Pemerintah Setujui Pengiriman Laptop Baru Huawei

Puluhan ribu guru di sekolah-sekolah di Inggris dan Wales juga akan memberikan suara untuk pertama kalinya dalam satu dekade apakah akan melakukan pemogokan. Staf universitas juga mengadakan apa yang disebut sebagai pemogokan terbesar mereka bulan ini.

“Saya masih kaget dengan fakta bahwa ada orang yang makan makanan hewan, orang yang mencoba memanaskan makanan mereka dengan lilin atau radiator,” kata Mark Steed, yang mengelola pantry di area Stowbridge Cardiff kepada BBC akhir pekan kemarin, dikutip Sabtu (10/12/2022).

Sementara itu sebelumnya, konfederasi Industri Inggris (CBI) memperingatkan resesi dan stragflasi yang terjadi di Inggris dapat berubah menjadi “dekade yang hilang” atau lost decade. Hal ini dapat terjadi jika tidak ada tindakan pencegahan yang diambil pemerintah.

Istilah lost decade awalnya diciptakan untuk merujuk pada krisis ekonomi selama satu dekade di Jepang selama tahun 1990-an. Di mana periode stagnasi ekonomi yang menjadi salah satu krisis ekonomi terpanjang dalam catatan sejarah.

Dalam ramalan ekonomi yang suram yang diterbitkan pada Senin, CBI mengatakan bahwa tiga perempat perusahaan sedang berjuang untuk menemukan keterampilan dan pekerja yang mereka butuhkan. Ini mendesak perubahan dalam kebijakan pemerintah, termasuk sistem imigrasi yang lebih fleksibel dan keringanan pajak untuk meningkatkan investasi.

“Inggris berada dalam stagflasi – dengan inflasi yang meroket, pertumbuhan negatif, penurunan produktivitas, dan investasi bisnis. Perusahaan melihat peluang pertumbuhan potensial tetapi kurangnya ‘alasan untuk percaya’ dalam menghadapi tantangan menyebabkan mereka berhenti berinvestasi pada 2023,” kata direktur jenderal CBI Tony Danker dalam sebuah pernyataan, dikutip CNN International.

“Kita akan melihat satu dekade pertumbuhan yang hilang jika tindakan tidak diambil. PDB adalah pengganda sederhana dari dua faktor: orang dan produktivitasnya. Tapi kami tidak memiliki orang yang kami butuhkan, maupun produktivitasnya,” tambah Danker.

Baca Juga :  Pria Penyelundup 1 Kg Ganja di Singapura Dihukum Gantung

Inggris Raya adalah satu-satunya negara ekonomi G7 yang masih belum pulih sepenuhnya dari pandemi Covid-19. Prospek ekonomi Inggris tahun depan adalah salah satu yang terlemah dari negara-negara maju yang dicakup oleh perkiraan CBI.

CBI memperkirakan ekonomi Inggris akan menyusut sebesar 0,4% pada tahun 2023, penurunan yang signifikan dari pertumbuhan 1% yang diprediksi pada Juni. Perekonomian diperkirakan akan pulih ke ukuran sebelum Covid hanya pada kuartal kedua (Q2) tahun 2024. (psc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *