Breaking News
Ramai-ramai Tolak Pangkat Jenderal Kehormatan Prabowo I 13 Kepala Daerah Ajukan Permohonan ke MK Usulkan Pilkada 2025 I Daftar Daerah yang Bakal Gelar Pilkada Serentak 27 November 2024 I Tolak Rencana KUA Sebagai Tempat Pencatatan Nikah Semua Agama, Hidayat Nur Wahid: Bisa Memicu Disharmoni I Jabatan Plt Sekretaris DPRD Labuhanbatu Parulian Diduga Ilegal

Mantan Pejabat Utama Polda Surati Bobby Keberatan soal Pembangunan Kompleks

PORTALSWARA.COM, Medan – Sejumlah masyarakat mengajukan keberatan dengan adanya pembangunan perumahan di Kompleks DPRD Pulo Brayan Bengkel, Medan. Terkait hal itu, mantan Pejabat Utama (PJU) di Polda Sumatera Utara, Kombes (Purn) Makmur Ginting bersama masyarakat mengirimkan surat keberatan ke Walikota Medan Bobby Afif Nasution.

Surat keberatan ynag diterima Bagian Umum Kantor Walikota Medan Senin (29/8/2022), berisi 16 tanda tangan warga Kompleks DPRD Brayan. Salah satunya Kombes (Purn) Makmur Ginting.

“Bahwa perumahan di dalam kompleks DPRD peruntukannya termasuk golongan Tipe A (perumahan kepadatan tipe rendah) dimana golongan Tipe A kepadatan bangunannya RENGGANG. Sementara jenis bangunan yang sedang dibangun di Jalan Komisi No 7 sudah menyalahi aturan, dimana bangunan yang dibangun menjadi golongan perumahan Tipe C (perumahan kepadatan Tipe C),” tulis keberatan warga berdasarkan surat, Jumat (3/11/2022).

Baca Juga :  Bobby Kukuhkan Pengurus FKUB Kota Medan

Perumahan yang sedang dibangun itu, menurut warga Kompleks Perumahan DPRD, tidak sesuai dengan Pasal 1 Angka 32 UU No 26 tahun 2007.

“Bangunan tersebut bertentangan dengan Perda No 1/2022, selain tidak memiliki IMB, bangunan itu juga tidak memiliki roiland, dimana bangunan tersebut dibangun sangat berdekatan bahu jalan,” dalih warga.

Tak hanya ke Walikota Medan Bobby Nasution, surat keberatan juga disampaikan ke Komisi D DPRD Medan.

Karena tak ditanggapi, warga kembali menyurati Bobby Nasution 21 September 2022, memberi informasi ada oknum aparat pemerintahan yang membekingi pembangunan perumahan tersebut. Sehingga bangunan tersebut tidak ditertibkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *