Breaking News
Polda Sumut Tangkap Dua Nenek Penipu Jual Beli Tanah Rp852 Juta I PWI: Draft RUU Penyiaran Larang Penayangan Jurnalisme Investigasi Hambat Tugas Jurnalistik I Salwa Ar Royyan, Jamaah Calon Haji Termuda dari Medan, Hafizah 17 Juz I Sisa Material Bangunan Stadion Teladan Telah Dilelang KPKNL Rp1,6 M I Plh Dirut Perumda Tirtanadi Bagikan 8.624 Handuk ke Jamaah Haji Embarkasi Medan

Mayat di Pemakaman Umum Hilang Diterjang Banjir

PORTALSWARA.COM, Banyuwangi – Banjir yang menerjang Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore Banyuwangi, menyebabkan sejumlah mayat di pemakaman umum hilang. Terjangan banjir akibat luapan sungai di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Embah Besar tersebut, juga membuat kain kafan berserakan di area pekuburan.

Puluhan makam di TPU yang berada tepat di pinggir Sungai Glenmore tergerus banjir bandang Kamis (3/11/2022).

Informasi dihimpun di lapangan, area makam yang tergerus diperkirakan mencapai luasan 10×30 meter dengan kedalaman hingga 1,5 meter. Sementara dari lokasi yang tanahnya tergerus, nampak berserakan kain kafan berwarna kecoklatan.

Tak hanya itu, kijing sebagian kuburan hanyut dan ada yang sudah tidak berbentuk. Salah satu kijing terlihat berada di bibir sungai.

Diperkirakan kijing tersebut sempat terbawa luapan arus sungai dan tertahan pohon yang ada di pinggir sungai.

Khawatir dengan makam keluarga yang terdampak banjir tersebut, sejumlah keluarga yang memakamkan sanak saudaranya di tempat pemakaman tersebut pun panik. Mereka kemudian berbondong-bondong ke TPU untuk memastikan konidisi makam keluarganya.

Seperti yang dilakukan Salam (53). Warga Desa tegalharjo ini mengaku menyerah setelah berusaha mencari makam keponakannya. Dia tak mampu menemukan jenazah ataupun nisan milik keponakan yang dimakamkan di area tersebut dua tahun silam.

“Lokasinya memang di pinggir sungai. Tapi sudah tidak ada. Mungkin sudah hanyut. Sedih juga karena memang dia keponakan saya yang paling saya sayangi,” katanya.

Kesedihan Salam juga dialami keluarga lain, karena tidak menemukan jasad anggota familinya, yang dimakamkan di TPU Embah Besar.

“Kebetulan makam tersebut hanya separuh saja yang tergerus. Tadi orangnya menangis karena tidak menemukan jasad ataupun kain kafan di makam keluarganya,” ujarnya.

Ia memperkirakan, ada banyak makam yang ikut tergerus dan terbawa arus sungai. Lantaran, jarak antara makam yang satu dengan lainnya di tempat itu relatif cukup rapat.

Baca Juga :  Warga Resah Akses Terhambat Akibat Penutupan Gang Abadi oleh Sekolah Swasta di Medan

“Perkiraan sekitar puluhan makam yang hilang,” katanya.

Sementara seorang warga lainnya, Jumaah (49) masih bisa menemukan makam ibunya yang letaknya lebih di atas lagi.

“Begitu mendengar kabar ada makam yang tergerus luapan sungai saya langsung ke kuburan. Alhamdulillah, makam Ibu dan Bapaknya istri saya aman,” jelasnya.

Jumaah mengatakan, area makam yang tergerus itu awalnya rata dengan area makam yang saat ini masih ada. Sehingga dia meyakini makam yang hanyut cukup banyak.

“Yang hilang puluhan makam, ini rapat makamnya,” katanya.

Melansir SuaraMalang.id, Sabtu (5/11/2022), pengurus TPU Mbah Besar, Suwardi (57) menyebut, ada sekitar 80 makam yang hanyut karena banjir yang terjadi kamis (3/11/2022).

“Ada 80 makam yang hanyut,” kata dia, Sabtu (5/11/2022).

Dari total tersebut, Suwardi menyebut hanya lima jenazah berwujud tulang belulang, yang bisa dikuburkan kembali. Sementara lainnya sudah hanyut terbawa arus.

“Ada 5 jenazah yang masih bisa dikuburkan kembali. Peristiwa ini merupakan kali pertama terjadi di TPU Mbah Besar,” ujarnya.

Saat ini banyak masyarakat yang keluarganya dimakamkan di TPU ini ramai berdatangan. Mereka ingin memastikan kondisi makam keluarganya. (psc/bs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *