Breaking News
Kaesang Terseret Dalam Pusaran Kasus Korupsi PT Timah I Persidangan MK Selesai, Kecurangan Pilpres 2024 Belum Tuntas Terungkap I Kebakaran di YLBHI Jakarta, Satu Anggota Pemadam Kebakaran Meninggal Dunia I Bawaslu Segera Rekrut Pengawas Ad Hoc Pilkada 2024 I Wali Kota Bobby Berbagi Kebahagiaan Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran I MUI Ingatkan Jemaah Aolia soal Menentukan Lebaran Lewat Telepon Allah
banner 600x300

Neanderthal Punah Karena Seks

PORTALSWARA.COM — Penyebab kepunahan Neanderthal bukan perkelahian atau binatang buas yang memangsa. Tetapi, Neanderthal Punah karena seks. Menurut para peneliti akibat seks dengan Homo sapiens.

Jurnal PalaeoAnthropology yang menerbitkan makalah baru telah meningkatkan kemungkinan perkawinan silang dengan nenek moyang manusia. Ini dapat mengakibatkan beberapa Neanderthal kawin silang satu sama lain. Dan menyebabkan kepunahan.

Menurut Profesor Chris Stringer, Kepala Riset Museum dalam Evolusi Manusia dan penulis makalah Dr Lucile Crété, pengetahuannya tentang interaksi antara Homo sapiens dan Neanderthal menjadi lebih kompleks dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi masih jarang untuk melihat diskusi ilmiah tentang bagaimana kawin silang antar kelompok terjadi.

“Kami menyimpulkan bahwa perilaku ini dapat menyebabkan kepunahan Neanderthal jika mereka secara teratur berkembang biak dengan Homo sapiens, yang dapat mengikis populasi mereka hingga menghilang,” sambungnya.

Melansir Nationalgeographic.co.id, Kamis (1/12/2022), Neanderthal dan Homo Sapiens berevlousi di wilayah berbeda di seluruh dunia setelah mereka saling hidup di waktu berbarengan sekitar 600.000 tahun lalu. Homo sapiens berevolusi di Afrika, sedangkan Neandherthal hidup di Eropa dan Asia.

“Tanpa tahu persis seperti apa rupa atau perilaku Neanderthal, kita hanya bisa berspekulasi apa yang dipikirkan Homo sapiens tentang kerabat mereka,” kata Stringer.

“Perbedaan bahasa mungkin akan lebih besar dari yang bisa kita bayangkan, mengingat kedalaman waktu pemisahan, dan akan jauh lebih besar daripada bahasa modern mana pun,” imbuhnya.

Neanderthal memiliki tonjolan alis menonjol yang bisa digunakan untuk komunikasi. Tapi, kemungkinan besar sinyal ini hilang dari nenek moyang kita. Menurut beberapa penelitian, garis alis yang berkurang memungkinkan Homo sapiens beralih ke alis untuk menyampaikan berbagai sinyal sementara yang lebih halus. Terlepas dari bagaimana mereka berkomunikasi, pertemuan mereka menyebabkan perkembangbiakan antara kedua spesies.

Baca Juga :  MUI: Gerhana Matahari Berkenaan Maksiat, Ilmuwan?

Berhasil atau tidaknya kawin silang tergantung pada pasangan kawin. Tidak ada bukti genetika Homo sapiens pada genom Neanderthal akhir dari 40.000-60.000 tahun yang lalu.

Meskipun kita tahu bahwa spesies kita kawin silang dengan Neanderthal, gen yang kita miliki saat ini bukanlah hasil interaksi yang dipertahankan oleh Homo sapiens ketika mereka meninggalkan Afrika.

Temuan menarik lainnya adalah kurangnya DNA mitokondria, yang diwariskan melalui betina menunjukkan bukti bahwa hanya Neanderthal jantan dan Homo sapiens betina yang dapat kawin.

“Kami tidak tahu apakah aliran gen satu arah yang terlihat jelas karena itu tidak terjadi, bahwa pembiakan terjadi tetapi tidak berhasil, atau apakah genom Neanderthal yang kita miliki tidak representatif. Semakin banyak genom Neanderthal yang diurutkan, kita harus dapat melihat apakah ada DNA nuklir dari Homo sapiens yang diturunkan ke Neanderthal dan menunjukkan apakah ide ini akurat atau tidak,” tambah Stringer.

Seperti dikutip Difference Between, perbedaan utama antara Homosapien dan Neanderthal adalah bahwa homosapien adalah manusia modern yang hidup saat ini sedangkan neanderthal adalah spesies yang telah punah. Meskipun homosapien dan neanderthal memiliki kesamaan tertentu, ada banyak perbedaan struktural di antara keduanya. Misalnya, Neanderthal memiliki struktur tubuh yang lebih kuat dan lebih besar daripada homo sapien, tetapi homo sapien lebih cerdas daripada Neanderthal.

Homosapien atau Homo sapiens mengacu pada manusia modern yang hidup saat ini. Homosapien juga dikenal sebagai ‘orang bijak’ karena dia lebih cerdas daripada kelompok homo lainnya dan semua spesies lain yang hidup di planet ini. Homo sapiens berevolusi di Afrika 200.000 tahun yang lalu.

Kerangka tubuh mereka lebih ringan dibandingkan dengan kelompok homo awal. Mereka memiliki otak yang lebih besar, tetapi ukurannya berbeda antara satu populasi dengan populasi lainnya, dan antara laki-laki dan perempuan.

Baca Juga :  Kacamata Sains Memandang Isra Mi'raj

Sementara Neanderthal mengacu pada manusia kuno yang hidup 250.000 – 40.000 tahun yang lalu. Nomenklatur ilmiah neanderthal adalah Homo neanderthalensis atau Homo sapiens neanderthalensis. Catatan fosil dan kumpulan alat batu menggambarkan keberadaan dan kepunahannya. Mereka tinggal di kawasan Eropa dan Asia Barat. Mereka memiliki adaptasi untuk hidup dalam kondisi cuaca dingin dan kuat dibandingkan dengan manusia modern. (psc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *