Breaking News
PDIP Meminta KPU Tunda Penetapan Prabowo-Gibran Akibat Gugatan di PTUN I Edy Rahmayadi Tetap Berusaha Daftar ke Golkar dan Gerindra Meski Ditolak I MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres 2024 I Eks Direktur Utama RSUP Adam Malik Terduga Korupsi Rp8 Miliar Ditahan IOknum Dokter Tersangka Cabuli Istri Pasien Berdamai dengan Rp600 Juta
banner 600x300

Pateemoh Sadeeyamu, Gubernur Wanita Muslim Pertama di Thailand Selatan

PORTALSWARA.COM, Bangkok — Penunjukan gubernur wanita Muslim pertama di Thailand sebuah pertanda peningkatan wanita Muslim dalam politik. Pateemoh Sadeeyamu, gubernur wanita Muslim pertama di Thailand Selatan.

Pengangkatan Pateemoh (57) sebagai gubernur baru di Provinsi Pattani Selatan telah disetujui Kabinet Thailand, Selasa (15/11/2022) lalu.

Menurut Wakil Dekan Akademik Penelitian dan Luar Negeri, di Universitas Prince of Songkla, Pattani, Yasmin Sattar, ini adalah perkembangan yang sangat besar. Menjadi seorang Muslim dan seorang wanita memiliki banyak tantangan dalam politik Thailand.

“Kita bisa melihat peningkatan perempuan Muslim dalam politik,” kata Sattar tentang Sadeeyamu seperti dilansir dari Anadolu, Kamis (17/11/2022).

Dari 77 provinsi, empat provinsi selatan Pattani, Yala, Narathiwat dan Songkla, telah mengalami konflik selama beberapa dekade dengan Front Revolusioner Nasional sebagai kelompok pemberontak utama.

Penunjukkan Sadeeyamu sebagai gubernur provinsi dipandang sebagai hal sangat penting bagi persepsi positif terhadap Muslim kebanyakan.

“Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak kepercayaan pada negara Thailand, yang sangat penting untuk mengakhiri konflik,” kata Sattar, mengenai upaya perdamaian antara pemerintah Thailand dan kelompok pemberontak di wilayah selatan.

Dengan karir selama hampir 29 tahun di Kementerian Dalam Negeri di negara mayoritas Buddha, Sadeeyamu sebelumnya menjabat sebagai wakil gubernur provinsi Narathiwat.

Memulai karirnya tiga dekade lalu, Sadeeyamu bertugas di provinsi selatan Ranong, Yala dan Pattani. Dia juga menjabat sebagai direktur kantor administrasi pusat dari Pusat Administrasi Provinsi Perbatasan Selatan sebelum diangkat sebagai wakil gubernur provinsi Phatthalung dan kemudian Narathiwat dari mana dia dipilih untuk mengepalai provinsi Pattani.

Pemberontakan di Thailand Selatan berawal pada tahun 1948 sebagai konflik etnis dan agama di wilayah sejarah Melayu Patani. Menurut data pemerintah Provinsi Pattani Selatan, Yala, Narathiwat dan Songkhla memiliki komunitas Melayu-Muslim yang besar. Patani dengan 1,4 juta penduduk. Pemerintah Thailand memberlakukan darurat militer di tiga provinsi mayoritas Muslim di Thailand selatan, Pattani, Narathiwat dan Yala, menyusul kekerasan mematikan pada tahun 2004.

Baca Juga :  Wow! Hotel Paling Murah di Dunia Cuma Rp5.000 per Malam

Menurut kelompok pemantau Deep South Watch, melansir berbagai sumber Jumat (18/11/2022), lebih dari 7.000 orang tewas dan 13.000 terluka dalam konflik bersenjata dari 2004-2020. (psc/bg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *