Breaking News
NasDem dan Gerindra Pasangkan Rico-Zaki di Pilwalkot Medan I Kebijakan Parkir Berlangganan, Bobby Gaji 1.700 Jukir di Medan Rp2,5 Juta per Bulan I Hari Pertama Parkir Berlangganan Kota Medan Terjual 1.093 Stiker I Harga Tiket KA Bandara Kualanamu Turun Jadi Rp40 Ribu Mulai 1 Juli I Warga di Medan Disekap dan Dimintai Uang Rp100 Juta

Pembuatan Video Porno Kebaya Merah Berdasarkan Pesanan

PORTALSWARA.COM, Jakarta – Dua pemeran video porno kebaya merah sudah ditangkap polisi. Terungkap, ternyata pembuatan video porno kebaya merah berdasarkan pesanan seseorang.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Farman, mengungkapkan, ACS dan AH membuat adegan itu karena ada pesanan konten dengan tema resepsionis hotel dari sebuah akun twitter

Dan ternyata akun twitter itu mendapatkan keuntungan dari penjualan konten video porno tersebut dengan tarif yang bervariasi.

“Hasil penjualan konten dipergunakan tersangka untuk keperluan sehari-hari,” katanya Selasa (8/11/2022).

Dia mengatakan, konten porno itu dibuat pada 8 Maret 2022 malam. Lokasinya berada di salah satu kamar hotel di Gubeng Surabaya

“Mereka dibayar Rp 750 ribu. Setelah itu keduanya memesan kamar dan membuat video sesuai pesanan,” jelasnya.

Keduanya bergantian posisi untuk melakukan perekaman adegan menggunakan ponsel milik pelaku, lalu diedit dan dikirim kepada pemesan melalui akun telegram milik AH.

Dari pelaku disita barang bukti satu unit laptop, dua unit hardisk, dua unit ponsel dan invoice kamar tertanggal 8 Maret 2022.

Mereka, dilansir dari suarasumut.id, Rabu (9/11/2022), dipersangkakan dengan Pasal 27 Ayat 1 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 29 Jo Pasal 4 dan/atau Pasal 34 Jo Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

“Ancaman hukuman lebih dari lima tahun,” katanya. (psc/bs)

Baca Juga :  Kromosom Y Perlahan Menghilang dan Punahkan Pria?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *