Breaking News
NasDem dan Gerindra Pasangkan Rico-Zaki di Pilwalkot Medan I Kebijakan Parkir Berlangganan, Bobby Gaji 1.700 Jukir di Medan Rp2,5 Juta per Bulan I Hari Pertama Parkir Berlangganan Kota Medan Terjual 1.093 Stiker I Harga Tiket KA Bandara Kualanamu Turun Jadi Rp40 Ribu Mulai 1 Juli I Warga di Medan Disekap dan Dimintai Uang Rp100 Juta

Perawat Disekap di Hotel Sebelum RS Bandung Diserang

PORTALSWARA.COM, Medan – Sebelum insiden penyerangan ke RS Bandung di Jalan Mistar, Kota Medan, salah satu perawat wanita disekap di hotel. Penyerangan segerombolan orang yang diduga oknum polisi tersebut sasarannya adalah rumah sakit milik Bendahara PDIP Sumut, Meirahta Sitepu.

Terkait itu, Pengacara RS Bandung, Bobby Lim, menjelaskan, kejadian penyerangan itu terjadi Minggu (6/11/2022) sekitar pukul 05.00 WIB. Sebelum insiden, ujarnya, perawat berinisial A disekap di salah satu kamar hotel yang ada di kawasan Jalan Gajah Mada, Medan.

Saat disekap itu, Bobby mengatakan A sempat menelepon sekuriti rumah sakit.

“A bilang sedang dikunci di dalam kamar (disekap) sehingga tidak bisa keluar,” kata Bobby, Senin (7/11/2022).

Mendapat laporan itu, empat sekuriti bersama seorang perawat bernama Wanda datang ke hotel tersebut. Dan benar A sedang disekap di dalam kamar hotel dan yang memegang kunci kamar A sedang bersama wanita di kamar sebelah.

“Yang mengunci itu diduga seorang polisi berinisial T. Inilah oknum pertama, otaknya,” ujarnya.

Setelah itu, terjadilah percekcokan. A pun dikeluarkan dari kamar tersebut. Empat sekuriti dan Wanda akhirnya membawa A balik ke RSU Bandung.

“Baru tak lama setelah itu terjadi penyerangan ke RSU Bandung,” ujarnya.

Terkait itu, melansir detik.com, Selasa (8/11/2022), Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi menyebut ada lima oknum polisi yang ditangkap soal insiden penyerangan RS Bandung Medan.

“Ada lebih dari lima orang yang sudah diklarifikasi penyidik Polrestabes Medan dan Propam Polda,” kata Hadi.

Dia memastikan, lima orang yang ditangkap itu adalah oknum polisi. Saat ini, mereka masih menjalani pemeriksaan di Propam. “Iya, mereka polisi. Proses Propam sedang berjalan,” sebut Hadi. (psc/sugi)

Baca Juga :  Kabel Wifi Semrawut Tutup Jalan Imam Bonjol Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *