Breaking News
PDIP Meminta KPU Tunda Penetapan Prabowo-Gibran Akibat Gugatan di PTUN I Edy Rahmayadi Tetap Berusaha Daftar ke Golkar dan Gerindra Meski Ditolak I MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres 2024 I Eks Direktur Utama RSUP Adam Malik Terduga Korupsi Rp8 Miliar Ditahan IOknum Dokter Tersangka Cabuli Istri Pasien Berdamai dengan Rp600 Juta
banner 600x300

PKS Ogah Deklarasi Koalisi Dukung Anies 10 November

PORTALSWARA.COM, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ogah deklarasi koalisi dukung Anies Baswedan 10 Nopember 2022 mendatang. Deklarasi yang ditawarkan Nasdem dalam mengusung Anies Baswedan sebagai calon Presiden (Capres) 2024 ditolak PKS.

PKS hingga saat ini masih sedang memperjuangkan untuk mengajukan salah satu kader terbaiknya. Sebagaimana amanah musyawarah majelis syuro. Kader yang dimaksud adalah Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Ahmad Heryawan.

“Kader terbaik kami (PKS) Aher (Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Ahmad Heryawan,” ucap Juru Bicara PKS Muhammad Kholid kepada wartawan, Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Menurut Kholid, bagi PKS, Aher punya rekam jejak yang cukup mumpuni. Pernah berkarir sebagai kepala daerah selama 10 tahun di Provinsi Jawa Barat.

PKS, kata Kholid, akan membahasnya secara terbuka, rasional dan objektif dengan mengedepankan rasa kebersamaan, kepentingan bangsa lebih tinggi di atas parpol.

Baca Juga :  50 Tokoh Desak Pimpinan Partai Ajukan Hak Angket Terkait Pemilu 2024

“Tentu pembahasan di tim kecil tersebut kami DPP PKS akan melaporkan ke Majelis Syuro dan kami akan menunggu arahan dan keputusan final dari Majelis Syuro terkait koalisi dan dukungan Capres-Cawapres tersebut,” jelasnya.

Selain itu alasan lain yang menjadi pertimbangan PKS menolak deklarasi yakni pertama pematangan terkait platform perjuangan. Kedua, desain pemerintahan ke depan.

“Ketiga, terkait gimana strategi paling baik dalam pemenangan dan keempat, ini yang paling krusial, yakni siapakah pasangan Capres-Cawapres yang akan kita usung bersama,” pungkasnya.

Kendati demikian, melansir warta ekonomi, Sabtu (5/11/2022), PKS tetap menghormati keputusan pilihan politik Partai Demokrat dan Partai NasDem.

“Sahabat kami di Demokrat usulkan Ketum-nya AHY, atau NasDem yang sudah memiliki preferensi kepada calon-calon tertentu,” katanya. (psc/bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *