Breaking News
PDIP Meminta KPU Tunda Penetapan Prabowo-Gibran Akibat Gugatan di PTUN I Edy Rahmayadi Tetap Berusaha Daftar ke Golkar dan Gerindra Meski Ditolak I MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres 2024 I Eks Direktur Utama RSUP Adam Malik Terduga Korupsi Rp8 Miliar Ditahan IOknum Dokter Tersangka Cabuli Istri Pasien Berdamai dengan Rp600 Juta
banner 600x300

Puluhan Nakes Puskesmas di Asahan ‘Nginap’ di Teras Gedung Dewan

PORTALSWARA.COM — Tenaga kesehatan (nakes) berstatus tenaga kontrak sukarela (TKS) menggelar aksi. Puluhan nakes Puskesmas di Asahan, Sumatera Utara (Sumut) nginap di teras kantor gedung DPRD Asahan. Tak peduli guyuran hujan malam hari.

Amatan wartawan, Selasa (22/11/2022), para nakes masih berada di teras kantor gedung wakil rakyat tersebut. Ada sekitar 30 orang perawat terdiri dari pria dan wanita yang melakukan aksi menginap. Mereka datang lengkap dengan pakaian putih-putih ala tenaga kesehatan.

Koordinator Nakes, Andre Ansulin, saat ditanyai wartawan, mengatakan, aksi ini sebagai simbol protes dan kekecewaan, sekaligus mengawal keputusan dalam rapat paripurna di DPRD Asahan ini.

“Salah satu agendanya itu mengesahkan tambahan anggaran untuk teman-teman ini, yang kita ajukan hanya Rp300 ribu per bulan,” kata Andre.

Ia menambahkan sebelumnya mereka sudah menggelar beberapa kali aksi unjuk rasa menuntut kesejahteraan nakes yang berstatus TKS di Asahan hingga melakukan aksi jahit mulut beberapa waktu lalu namun hingga saat ini belum ada kepastian hasil dari perjuangan mereka.

“Beberapa waktu lalu Kadis Kesehatan sudah menerbitkan nota dinas terkait penyusunan anggaran intensif tenaga kesehatan ditampung dalam APBD 2023. Ini kesepakatan diambil dalam paripurna besok makanya kita kawal dengan aksi menginap di sini,” ujarnya.

Sebelumnya, dilansir detik.com, Jumat (25/11/2022), lima nakes di Asahan menggelar aksi jahit mulut sebagai bentuk protes tak ada kejelasan status profesi mereka. Aksi itu digelar pada Selasa 27 September 2022 lalu.

Syahrizal salah seorang tenaga kesehatan TKS di Asahan menyebutkan rata-rata rekannya ini telah mengabdi antara 5 tahun hingga 16 tahun tanpa diupah dengan layak.

“Belasan tahun rekan kami bekerja di Pustu (Puskesmas Pembantu), tidak digaji dengan yang layak. Ada yang menerima Rp 100 sampai Rp 300 per bulan gajinya disisihkan dari PNS-PNS di Puskesmas tempat kami bekerja, ada yang bidan perawat dan tenaga farmasi,” kata dia. (psc)

Baca Juga :  Amien Rais dan Keluarga Diteror Politik: Anak Dicelakai, Mobil Ditembak dan Partai Ummat Dijegal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *