Breaking News
Polda Sumut Tangkap Dua Nenek Penipu Jual Beli Tanah Rp852 Juta I PWI: Draft RUU Penyiaran Larang Penayangan Jurnalisme Investigasi Hambat Tugas Jurnalistik I Salwa Ar Royyan, Jamaah Calon Haji Termuda dari Medan, Hafizah 17 Juz I Sisa Material Bangunan Stadion Teladan Telah Dilelang KPKNL Rp1,6 M I Plh Dirut Perumda Tirtanadi Bagikan 8.624 Handuk ke Jamaah Haji Embarkasi Medan

Stok Daging Beku Bulog Sumut Habis

PORTALSWARA.COM – Stok daging beku Bulog Sumut jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 habis. Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumatera Utara (Sumut) kehabisan stok daging beku di gudang.

Kekosongan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan daging dari masyarakat, utamanya menjelang libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 ini. Sehingga stok daging beku Bulog Sumut habis.

“Iya untuk daging beku kita saat ini memang masih kosong,” ungkap Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Arif Mandu, Jumat (16/12/2022).

Namun Bulog Sumut sudah mengajukan pengadaan stok ke Kantor Pusat Bulog sejak beberapa bulan lalu. Namun sampai saat ini daging yang dipesan masih dalam proses impor.

“Kita sudah minta ke kantor pusat. Tapi sampai saat ini belum tiba. Masih proses impor dari India. Daging kerbau,” jelasnya.

Arif menyebut stok yang mereka minta mencapai 10 ton. Namun berapa kemudian yang terealisasi akan sangat tergantung pada keputusan kantor pusat Bulog di Jakarta.

“Misalnya yang datang 10 kontainer, nanti ke Jakarta dulu sebagai pengimpornya. Lalu kantor pusat yang membagi dan biasanya paling banyak untuk konsumsi di Jakarta. Kita belum tahu kebagian berapa,” sebutnya.

Saat ini sedang dalam proses impor. Masih di India. Kemungkinan tiba Januari nanti. Jadi sampai akhir tahun ini memang kosong. Namun, di pasaran saat ini banyak daging sapi segar yang dipasok dari peternak lokal. Masyarakat pun tak perlu khawatir dan diminta melakukan pembelian secara wajar.

“Dari peternak lokal masih banyak dan kecenderungan masyarakat kita lebih suka makan daging sapi segar. Kalau daging beku biasanya diserap industri makanan dan restoran,” katanya.

“Ada sedikit kenaikan harga memang. Tapi lebih karena naiknya permintaan dan naiknya ongkos angkut akibat kenaikan harga BBM. Bukan karena daging langka di pasaran. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” pungkasnya. (psc)

Baca Juga :  Jasa Raharja Perkuat Komitmen Inovasi Hadapi Tahun 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *