Breaking News
Polda Sumut Tangkap Dua Nenek Penipu Jual Beli Tanah Rp852 Juta I PWI: Draft RUU Penyiaran Larang Penayangan Jurnalisme Investigasi Hambat Tugas Jurnalistik I Salwa Ar Royyan, Jamaah Calon Haji Termuda dari Medan, Hafizah 17 Juz I Sisa Material Bangunan Stadion Teladan Telah Dilelang KPKNL Rp1,6 M I Plh Dirut Perumda Tirtanadi Bagikan 8.624 Handuk ke Jamaah Haji Embarkasi Medan

Terjangan Banjir Rendam Ribuan Rumah Warga di Labura dan Asahan

PORTALSWARA.COM, Labura – Hujan deras yang mengguyur sejak Rabu 2 Nopember 2022 malam hingga Kamis 3 Nopember 2022 pagi, merendam ribuan rumah di sebagian wilayah Labuhan Batu Utara (Labura) dan Asahan.

Informasi dihimpun di lapangan, banjir ini merupakan terbesar sejak Labura berdiri. Beberapa kompleks dan kawasan perumahan di Kelurahan Aekkanopan dan Aekkanopan Timur, di Kecamatan Kualuhhulu serta di Desa Ledongbarat, Kecamatan Aekledong Asahan, direndam banjir.

Bahkan, sejumlah sekolah di kawasan Desa Ledongbarat terpaksa memulangkan siswanya karena air yang terus naik. Di antaranya adalah MIS Al Falah, MTs Al Halim dan SMPN Aekledong.

Salah seorang warga Siddik Nainggolan mengakui kalau banjir ini merupakan yang terbesar.

“Seingatku kalau pun banjir, tidak pernah ada yang sampai ke rumah Pak Nasution,” ujar pria berusia 60-an tahun tersebut, merujuk salah satu rumah yang berada di Simpang Sukaramai di perbatasan antara Labura-Asahan.

Hal senada juga disebutkan Dedek M Noor, salah seorang jurnalis yang rumahnya juga terkena banjir. “Di dalam rumah saja airnya sampai sebetis,” jelas pria yang tinggal tidak jauh dari rel di kawasan Jalan Padanggala-gala Ledongbarat itu.

Sementara warga lain bernama Anto menyebutkan, di rumahnya yang berada di kawasan Kampung Tarutung Kelurahan Aekkanopan juga merasakan dampak banjir itu. “Dua sepeda motor yang dicagak dua tidak kelihatan karena terbenam air di dalam rumah,” ujarnya.

Sementara itu personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labura juga mengerahkan personil dan peralatan untuk membantu warga.

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Labura Jamil Hasibuan, pihaknya belum bisa mendata berapa jumlah korban banjir yang terjadi di dua kelurahan di Kecamatan Kualuhhulu itu.

“Belum dapat datanya bang. Kami masih sibuk mengevakuasi warga,” jelasnya saat dihubungi via telepon terkait data korban banjir.

Baca Juga :  Awan Panas Semeru Timbun Jembatan dan Rumah Warga di Lumajang

Tim yang turun untuk mengevakuasi berasal dari berbagai elemen, termasuk dari BPBD Asahan. “Banyak yang terlibat dalam evakuasi ini seperti Sat Pol PP, Pramuka dan Dinas Perhubungan,” terangnya. (psc/sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *