Breaking News
Polda Sumut Tangkap Dua Nenek Penipu Jual Beli Tanah Rp852 Juta I PWI: Draft RUU Penyiaran Larang Penayangan Jurnalisme Investigasi Hambat Tugas Jurnalistik I Salwa Ar Royyan, Jamaah Calon Haji Termuda dari Medan, Hafizah 17 Juz I Sisa Material Bangunan Stadion Teladan Telah Dilelang KPKNL Rp1,6 M I Plh Dirut Perumda Tirtanadi Bagikan 8.624 Handuk ke Jamaah Haji Embarkasi Medan

Tol Bali-Mandara Boleh Dilewati Sepeda Motor

PORTALSWARA.COM, Jakarta — Hanya kendaraan roda empat atau lebih yang bisa melewati jalan bebas hambatan atau jalan tol.

Bisa dibilang, wilayah jalan tol berbahaya untuk pengendara kendaraan roda dua. Di jalan tersebut, kendaraan roda empat melaju pada kecepatan yang cukup tinggi serta struktur jalan yang dirancang untuk kendaraan berkecepatan tinggi.

Tetapi ternyata, di Indonesia ada jalan tol yang bisa dilewati oleh kendaraan roda dua, jalan tol Bali-Mandara.

Secara hukum, hal ini juga diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Tepatnya pada Pasal 38 ayat (1a), dijelaskan, pada jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua, yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Sebelumnya, jembatan tol Surabaya-Madura (Suramadu) yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009 juga bisa dilewati oleh kendaraan bermotor roda dua.

Pada tahun 2018, pengguna jalan yang akan melalui Jembatan Suramadu tidak lagi dipungut biaya. Status pengelolaannya pun diubah menjadi jembatan bebas hambatan tidak berbayar.

Sementara itu saat ini, jalan tol Bali-Mandara yang telah resmi beroperasi sejak tahun 2013 ini dapat dilewati sepeda motor dan tersedia jalur khusus untuk kendaraan bermotor roda dua.

Dikutip dari penjelasan atas PP Nomor 44 Tahun 2009, kendaraan roda motor roda dua merupakan moda transportasi dengan populasi yang cukup besar. Sehingga, penggunanya perlu diberi kemudahan dalam menggunakan infrastruktur termasuk jalan tol.

Hal ini juga disertai dengan perhitungan faktor keselamatan dan keamanan pengguna. Maka dari itu, ada jalur yang terpisah untuk kendaraan roda dua di jalan tol.

Baca Juga :  Launching Program Kelurahan Cinta Statistik, Bobby: Data Real Sumber Utama Pembangunan Yang Baik

Selain jalur yang terpisah untuk pengendara sepeda motor, jalan tol ini juga sudah dilengkapi alat pengukur kecepatan angin di setiap gerbang tolnya, yaitu Nusa Dua, Ngurah Rai dan Benoa.

Melansir kompas.com, Senin (14/11/022)Jika kecepatan angin mencapai 40 kpj atau lebih, maka jalan tol ditutup sementara untuk menghindari risiko kecelakaan. (psc/bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *