Breaking News
PDIP Meminta KPU Tunda Penetapan Prabowo-Gibran Akibat Gugatan di PTUN I Edy Rahmayadi Tetap Berusaha Daftar ke Golkar dan Gerindra Meski Ditolak I MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres 2024 I Eks Direktur Utama RSUP Adam Malik Terduga Korupsi Rp8 Miliar Ditahan IOknum Dokter Tersangka Cabuli Istri Pasien Berdamai dengan Rp600 Juta
banner 600x300

Turis Joget di Puncak Kuil Piramida Maya Kuno Dikeroyok Massa

PORTALSWARA.COM — Kemarahan massa memuncak, melempari seorang turis joget di puncak Kuil Piramida Maya Kuno. Turis wanita itu dilempari dengan air dan dimaki saat menaiki tangga dengan sembarangan.

Aksi wanita itu membuat marah pengunjung lain di sekitar Kuil Kukulcan, obyek wisata bersejarah yang merupakan situs arkeologi Chichen Itza terkenal di dunia, bekas kota Maya di semenanjung Yucatan Meksiko.

Kerumunan di bawah piramida, terlihat wanita itu menaiki 90 anak tangga situs tersebut. Massa pun berteriak: “penjara, penjara, penjara!” dan “kurung dia!”

Melansir kompas.com, Selasa (29/11/2022), kuil di Chichen Itza dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia UNESCO pada 2007.

Sebagai bagian dari upaya konservasi, pengunjung sudah dilarang mendaki situs tersebut sejak 2008.

Kemarahan pengunjung di bawah piramida Maya makin menjadi-jadi ketika turis itu berjoget-joget menggerakkan pinggulnya dan melambaikan tangan saat mencapai puncak.

Banyak yang meneriakan umpatan menyebut wanita itu sebagai “bodoh” dan “kurang ajar.”

Kondisi massa semakin panas setelah turis itu akhirnya turun dengan pengawalan seorang penjaga.

Pengunjung lain mulai melemparkan air ke arahnya, mendorong dan menjambak rambutnya.

El Pais melaporkan pernyataan dari Institut Antropologi dan Sejarah Nasional (INAH) yang mengatakan monumen kuno itu tidak rusak akibat aksi turis itu.

Menginjak-injak kuil Piramida Maya Kuno dilaporkan dapat dikenai hukuman dengan denda antara 1.500 poundsterling (Rp28 juta) dan 7.500 poundsterling (Rp142 juta), tergantung pada kerusakan yang ditimbulkan.

Situs bersejarah tersebut dibangun antara abad kedelapan dan ke-12 dan berfungsi sebagai kuil dewa Kukulcan.

Menurut catatan INAH, Chichen Itza adalah situs arkeologi yang paling banyak dikunjungi di negara itu dari Januari hingga September, dengan lebih dari dua juta wisatawan. (psc)

Baca Juga :  Tharman Shanmugaratnam jadi Presiden Baru Singapura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *