Breaking News
Polda Sumut Tangkap Dua Nenek Penipu Jual Beli Tanah Rp852 Juta I PWI: Draft RUU Penyiaran Larang Penayangan Jurnalisme Investigasi Hambat Tugas Jurnalistik I Salwa Ar Royyan, Jamaah Calon Haji Termuda dari Medan, Hafizah 17 Juz I Sisa Material Bangunan Stadion Teladan Telah Dilelang KPKNL Rp1,6 M I Plh Dirut Perumda Tirtanadi Bagikan 8.624 Handuk ke Jamaah Haji Embarkasi Medan

Ukraina Mulai Dilanda Kebekuan: Listrik Padam dan Turun Salju

PORTALSWARA.COM — Di tengah invasi Rusia dan lumpuhnya sejumlah fasilitas energi, Ukraina mulai dilanda kebekuan. Listrik padam dan turun salju.

Salju pertama musim dingin Ukraina yang turun lebat Minggu (27/11/2022) suhunya turun di bawah titik beku pada siang dan malam di Kyiv.

Menurut Operator jaringan listrik Ukraina, Ukrenergo, produsen listrik hanya mampu memenuhi tiga perempat dari kebutuhan konsumsi, sehingga memerlukan pembatasan dan pemadaman listrik di seluruh negeri.

Ukrenergo mengatakan pemadaman akan terus berlanjut dan mendesak penggunaan daya secara terbatas. “Kami ingin mengingatkan Anda bahwa sekarang setiap orang Ukraina yang rumahnya telah dipulihkan listriknya dapat membantu memulihkannya ke orang lain lebih cepat, hanya dengan mengonsumsi listrik secara hemat,” ujar mereka.

Bahkan, melansir CNBC Indonesia, Senin (28/11/2022), penyedia energi swasta terbesar di Ukraina sekaligus cabang ritel DTEK bernama YASNO yang menyediakan distribusi energi untuk Kyiv, mengatakan meski situasi di kota telah membaik tetapi masih cukup sulit.

Hal ini diungkapkan oleh Chief Operating Officer YASNO, Sergey Kovalenko. Dia menegaskan bahwa warga harus memakai setidaknya empat jam listrik per hari. “Jika Anda tidak memiliki listrik setidaknya selama empat jam dalam satu hari terakhir, tulis surat ke DTEK Kyiv Electric Networks, rekan kerja akan membantu Anda mencari tahu apa masalahnya,” tulis Kovalenko di halaman Facebook-nya.

Sementara itu, Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa 6 juta orang yang kini hidup tanpa listrik dan air disebabkan oleh pengeboman terbaru Rusia pada minggu lalu, yang menimbulkan kerusakan terburuk sejauh ini di Ukraina.

Pihak Rusia sendiri mengatakan tidak menargetkan penduduk sipil, sementara Kremlin mengatakan bahwa serangan Moskow pada infrastruktur energi adalah konsekuensi dari Kyiv yang tidak mau bernegosiasi.

Baca Juga :  Pangeran Arab Dijebloskan ke Penjara Setelah Pulang dari AS, Kenapa Ya?

Salju diperkirakan akan berlanjut di Kyiv hingga pertengahan minggu, sementara suhu diperkirakan akan tetap di bawah titik beku. (psc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *