Belum Fokus Gali PAD, PUD Pasar Terlantarkan Ratusan Kios di Gedung Pasar Marelan

PORTALSWARA.COM — Perusahaan Umum Daerah Pasar (PUD Pasar) dianggap telah menelantarkan ratusan kios di gedung Pasar Marelan. Terbukti, 224 kios dan sejumlah stand di lt II Pasar Marelan kosong terlantar tidak difungsikan.

Sikap PUD Pasar ini seolah mengabaikan instruksi Walikota Medan Bobby Afif Nasution. Dimana, Bobby memberi instruksi agar fokus menjalankan progam peningkatan PAD melalui pengelolaan dan penataan sejumlah pasar.

Bobby juga sudah mengingatkan manajemen PUD Pasar untuk terus berinovasi menggali PAD lebih maksimal. Sebab, tujuan PUD didirikan untuk membantu Pemko Medan dalam masukan PAD.

Begitu juga, kepada Dewan Pengawas PUD (Sekda Pemko Medan) diminta membantu, agar keberadaan PUD Pasar mampu memberikan kontribusi yang besar dan lebih maksimal ke Pemko Medan.

Amatan wartawan, di Pasar Marelan, Kamis (30/03/2023) terlihat penataan pedagang belum profesional. Sama halnya pemeliharaan gedung Pasar Marelan asset Pemko Medan yang dikelola PUD Pasar tersebut sangat memprihatinkan.

Terlihat, ratusan bangunan kios di lantai II gedung Pasar Marelan kosong tidak ditempati pedagang. Sementara pedagang di Lt I berjubel semrawut dan halaman gedung yang seyogianya fasilitas parkir ikut dipadati pedagang. Bahkan, badan jalan Pasar Marelan masih ditempati para pedagang.

Sejumlah pedagang mengaku, mereka tidak mau menempati lantai II karena atap gedung yang sudah bocor dan sejumlah fasilitas yang rusak. Setiap hujan turun, lantai II banjir tidak dapat difungsikan.

“Memang di lt I pun sudah tidak nyaman berjualan. Karena air yang membanjiri lantai II berembes ke lantai I,” ujar salah seorang pedagang.

Masih dalam amatan wartawan, pedagang di lantai I benar tidak nyaman. Sebab, pedagang sayur dan sembako berbaur dengan pedagang kain. Begitu juga pedagang ikan basah dan daging berbaur dengan pedagang Emas serta dagangan lainnya.

Baca Juga :  Jelang Nataru Distributor Prioritaskan Pasokan ke Pasar Lokal

Sementara itu, Kepala Pasar Marelan Abdul Rahim kepada wartawan mengaku pengelolaan pasar belum maksimal. Saat ini pihaknya menunggu arahan badan pengawas untuk dilakukan renovasi gedung, khususnya atap yang sudah bocor.

“Sejak tahun lalu sudah kami surati Badan Pengawas untuk bantuan perbaikan. Bahkan pekan lalu sudah ada RDP di Komisi 3 DPRD Medan dan setuju dianggarkan biaya renovasi,” jelas Abd Rahim.

Diakuinya, saat ini pihak PUD Pasar ada mengelola sekitar 600 an jumlah pedagang di Pasar Marelan. Sedangkan masalah pedagang di badan jalan Marelan pihaknya tetap kordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan. (psc)