PORTALSWARA.COM — Putri Panji Gumilang turun gunung pasang badan membela ayahnya melalui kicauannya di media sosial (medsos). Bahkan dia mengklaim Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun merupakan pusat pengembangan budaya toleransi dan perdamaian.
Anis Khoirunnisa, putri Panji Gumilang seakan tak terima jika ayahnya disebut sebagai penista agama dan mengajarkan pemahaman sesat dan menyimpang.
Hal itu terungkap saat Anis Khoirunnisa mengunggah kicauannya di laman facebook pribadi, seperti dikutip dari berbagai sumber di media sosial dan media pemberitaan lainnya.
Kendati tak secara langsung muncul ke publik untuk membela sang ayah, namun Anggi Khoirunnisa melalui postingan di laman facebook pribadinya, mengunggah beberapa kata-kata bijak terkait kasus yang menjerat Panji Gumilang.
“Arti sejati dari ulama ialah orang berilmu. Hanya tradisi buatan manusia yang mempersempit daerah itu. Sekali-kali tidak ada agama memberikan hak kepada seorang ulama buat memaksa orang banyak supaya tunduk saja kepada yang beliau tentukan. (Lihat Hamka, Islam Revolusi dan Ideologi hal 155),” tulis Anis Khoirunnisa di laman facebooknya.
Kutipan kata-kata bijak yang diunggah Anis Khoirunnisa di facebook pribadinya itu, seolah ingin menyampaikan pembelaannya kepada Panji Gumilang.
Tak hanya itu saja, dalam postingannya itu juga Anis Khorunnisa turut mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Tanah Air yang membela dan mendoakan Panji Gumilang.
“Alhamdulillah. Begitu Banyak untaian doa, dukungan dan simpati yang kami terima dari elemen masyarakat. Terima kasih kami ucapkan untuk doa dan supportnya. Semoga ini menjadi pelajaran untuk semua masyarakat Indonesia tercinta menuju negara besar dan berkemajuan di masa yang akan datang. #savealzaytun #savepanjigumilang,” tambah Anis Khoirunnisa.
Sebelumnya diberitakan, Anis Khairunnisa juga menyebutkan gagasan pimpinan Ponpes Al Zaytun berdasarkan nilai universal.
“Gagasan atau Pemikiran Syaykh Al Zaytun dari nilai-nilai Ilahiyah (nilai universal) diaktualisasikan dan dipersonafikasi dalam karya yaitu Mahad Al Zaytun,” tulisnya di akun facebook @Anis Khairunnisa.
Anis Kairunnisa juga menjelaskan Al Zaytun mempunyai semboyan pusat pendidikan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian sejak berdiri 25 tahun silam.
“Pada saat itu mungkin gagasan ini disalah artikan oleh sabagian orang dan belum banyak dipahami oleh sebagian besar masyarakat dalam kehidupan yang hakiki berbangsa dan bernegara,” imbuh Anis.
Melansir sumeks.co, Minggu (09/07/2023), menurut Anis, hingga saat ini Syaykh Al Zaytun (Panji Gumilang) konsisten mengaktualisasikannya dalam lembaga pendidikan di Al Zaytun.
“Walaupun ternyata sampai saat ini tantangannya sangat dahsyat. Namun dengan penuh kesadaran beliau memahami hal itu. Karena bagi beliau pengorbanan yang besar adalah usaha memahami ajaran supaya bisa memahami hidup yang hakiki,” jelasnya. (psc)






