PORTALSWARA.COM — Harga jagung pipil kering di beberapa daerah Sumatera Utara (Sumut) seperti Labuhanbatu Selatan, Pematang Siantar, Karo dan Serdang Bedagai, telah mencapai Rp12.000 per kg, melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp5.000 per kg.
Menurut data Disperindag Sumut, kondisi ini telah berlangsung sejak awal tahun 2023. Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag ESDM Sumut, Sujatmiko, menyebutkan bahwa penurunan produksi jagung pipil kering lokal menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga.
Sujatmiko juga menyoroti masalah impor jagung, mengungkapkan bahwa 60 persen alokasi impor seharusnya terserap oleh jagung lokal, namun Sumut masih tergantung pada impor karena kualitas jagung lokal belum memenuhi standar pabrik pengolahan.
“Kuota impor diberikan karena kita belum swasembada jagung, kualitas jagung lokal kurang memadai. Itu yang memengaruhi harga jagung lokal,” ujar Sujatmiko, Kamis (25/01/2024).
Melansir Sabtu (27/01/2024), sementara pemerintah telah melakukan impor jagung pada akhir tahun lalu, tantangan tetap ada, terutama dengan ketidakstabilan produksi lokal dan masalah kualitas yang belum terpenuhi. Kondisi ini semakin diperparah oleh perang di luar negeri yang mempengaruhi impor dan harga jagung secara keseluruhan. (psc)







