Guru Besar USU Kritisi Kondisi Demokrasi RI Jelang Pilpres 2024

PORTALSWARA.COM — Guru besar, dosen, dan alumni Universitas Sumatera Utara (USU) mengeluarkan suara kritis melalui Gerakan Moral terkait kondisi sosial politik Indonesia menjelang Pilpres 2024. Gerakan Moral menyoroti keretakan dalam demokrasi di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Guru Besar Fakultas Teknik USU, Nurlisa Ginting, membacakan pernyataan sikap yang menekankan perlunya pemilu yang adil, transparan dan demokratis. Mereka meminta netralitas dari pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), TNI, dan Polri untuk menjaga keamanan dan mencegah kecurangan.

Kami para guru besar dan alumni USU meminta kepada Presiden RI beserta seluruh jajarannya untuk netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024,” kata Nurlisa Ginting di Gedung Pancasila Kampus USU di Medan, Senin (05/02/2024)

Guru Besar Fakultas Hukum USU, Runtung Sitepu, menyuarakan panggilan moral untuk mengingatkan pemerintah agar menjalankan pemerintahan yang jujur, adil, dan bebas dari kecurangan. Ia mencatat pelanggaran etika di masa pemerintahan Jokowi dan berharap agar pemilu berlangsung dengan ketertiban dan kedamaian.

Budiman Ginting, Guru Besar Fakultas Hukum USU lainnya, menyoroti tercabik-cabiknya demokrasi Indonesia secara moral dan etika. Ia menekankan pentingnya menjaga keutuhan NKRI dan menyampaikan keprihatinan terhadap ketidakpatuhan terhadap norma-norma yang berlaku oleh eksekutif.

Melansir CNN Indonesia, Selasa (06/02/2024), tidak hanya USU, kritikan terhadap Presiden Jokowi juga datang dari beberapa kampus lain seperti UGM, UII, UMY dan UIN Suka Yogyakarta. Kampus-kampus ini menyuarakan keprihatinan terhadap pelaksanaan demokrasi yang tercabik-cabik dan menyoroti ketidakpatuhan terhadap norma-norma yang berlaku. (psc)

Baca Juga :  PAN Dukung Bobby Maju Gubernur Sumut