Arkeolog Sebut Sinterklas Memang Pernah Ada

PORTALSWARA.COM — Arkeolog sebut Sinterklas memang pernah ada. Sinterklas yang identik dengan Natal disebut pernah benar-benar ada. Makam Sinterklas betulan ini ditemukan para arkeolog di Turki.

Menurut Arkeolog di Turki Selatan, mereka menemukan makam Sinterklas asli, juga dikenal sebagai St Nicholas atau Santo Nicholas. Makam ini ditemukan di bawah gereja bernama sama di dekat Laut Mediterania. Sehingga arkeolog sebut Sinterklas memang pernah ada.

Santo Nicholas dari Myra (nama daerah di Turki yang kini bernama Demre), dikenal karena kebaikannya dan suka memberikan hadiah secara diam-diam. Orang-orang percaya Santo Nicholas menaruh koin di sepatu siapapun yang sengaja ditaruh untuknya setiap tanggal 6 Desember, yang merupakan hari perayaan untuknya. Demikian dikutip dari laman Chicago, Senin (26/12/2022).

Dia juga disebut sebagai seorang rahib yang memberikan semua warisannya dan memilih membantu orang-orang miskin dan sakit. Dia juga santo pelindung para pelaut dan sangat menyukai anak-anak.

Menurut laman History.com, dia juga sangat populer dan selamat dari Reformasi Protestan ketika “ketika pemujaan orang-orang kudus mulai dihalangi.”

Baru pada abad ke-16 Santo Nicholas mulai dikenal dengan penampilannya saat ini. Di Eropa, ia dikenal sebagai Bapak Natal.

Dia bermigrasi ke Amerika bersama orang Belanda, yang memanggilnya “Sinterklass” dan berkumpul setiap tahun untuk memperingati kematiannya. Dia mulai muncul di toko-toko pada tahun 1840-an, menurut History.com.

Penulis Clement Clarke mengokohkan citra Sinterklas Amerika dengan puisinya “Kunjungan dari Santo Nicholas”, yang dimulai dengan kata-kata “Sungguh malam sebelum Natal”.

Menurut The Telegraph, Santo Nicholas meninggal pada tahun 343 dan dikebumikan di gereja Santo Nicholas di Demre.

Melansir Merdeka.com, Rabu (28/12/2022), pada 1087, para saudagar menggali tulangnya dan diselundupkan ke kota Bari, Italia dan menjadi tempat suci yang kerap dikunjungi umat Kristen untuk memberi penghormatan kepada Santo Nicholas.

Baca Juga :  Suami Dipanggil KPK, Zaskia Gotik Jual Rumah

Tapi menurut para arkeolog, yang dikubur di Basilika Santo Nikolas di Bari, Italia itu adalah orang yang salah. Tulang yang dikuburkan di sana adalah milik pendeta setempat.

Arkeolog melakukan survei di gereja di Demre dan mengatakan makam itu berada di bawah gereja dan tidak tersentuh.

“Kami yakin makam ini belum rusak sama sekali, tapi cukup sulit untuk sampai ke sana karena ada mosaik di lantai,” jelas kepala Otoritas Monumen Antalya, Cemil Karabayram kepada koran Hurriyet.

Karabayram mengatakan dia percaya para arkeolog bisa mencapai makam tersebut.

Dia juga meyakini hampir 1.700 tahun setelah kematian Santo Nicholas, dia nasih memberikan hadiah kepada warga Demre melalui pendapatan dari pariwisata. (psc)