Bulog Sumut Salurkan 13.206 Ton Beras untuk Stabilkan Harga

PORTALSWARA.COM — Badan Urusan Logistik Sumatera Utara (Bulog Sumut) salurkan 13.206 ton beras untuk stabilkan harga. Guna menstabilisasi pasokan harga beras di wilayah Sumut, Perum Bulog Sumut melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras, menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 13.206 ton. Total penyaluran ini tercacat sejak Januari-Februari 2023.

Menurut Kepala Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Sumut, Arif Mandu, melalui Humas Perum Bulog Fran Sugara, beras yang disalurkan itu merupakan CBP. Disalurkan melalui Kantor Cabang (Kanca) dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Perum Bulog di Sumut.

“Hingga 6 Februari penyaluran beras untuk Kanca Medan sendiri tercatat ada sebanyak 93 ton, Kanca Kisaran ada sebanyak 6,39 ton dan di Kanca Padang Sidempuan ada sebanyak 4 ton,” katanya, Selasa (07/02/2023).

Sedangkan untuk stok beras sendiri tercatat per 7 Februari 2023 ada sebanyak 13.469 ton dan aman hingga mendekati Ramadhan. Bulog Sumut salurkan 13.206 ton.

Adanya penyaluran ini membuat harga beras kualitas bawah, khususnya di Kota Medan secara rata-rata mengalami penurunan Rp400 hingga Rp600 per kg.

Seperti diungkapkan Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, saat ini harga beras kualitas bawah di Kota Medan dijual rata-rata dalam rentang Rp10.400 hingga Rp10.500 per kg nya. Bahkan di beberapa pasar seperti di pasar tradisional Brayan, harga beras kualitas bawah atau beras murah dijual di harga Rp10.000 per kg nya.

“Jadi di Pasar Brayan sendiri harga beras mengalami penurunan hingga Rp1.000 per kg nya. Karena posisi harga beras di akhir pekan lalu untuk jenis beras ini dijual di harga Rp11.000 per kg. Ini merupakan kabar baik bagi konsumen, seiring dengan mahalnya harga beras belakangan ini. Intervensi harga beras oleh Bulog yang dilakukan belakangan ini mulai membuahkan hasil,” ungkap Gunawan.

Baca Juga :  Harga Tiket KA Bandara Kualanamu Turun Jadi Rp40 Ribu Mulai 1 Juli

Memang diakui Gunawan, untuk penurunan harga beras, sejauh ini memang belum terlihat untuk beras kualitas medium dan premium. Dikarenakan beras Bulog saat ini kualitasnya di atas medium. Maka ada peralihan konsumsi masyarakat yang membeli beras kualitas bawah ke beras Bulog.

“Ini yang saya duga pemicu turunnya harga beras kualitas bawah saat ini. Bukan tidak mungkin harga beras Bulog tersebut nantinya juga bisa menekan harga beras kualitas medium dan premium. Namun, dengan catatan intervensi yang dilakukan Bulog dengan jumlah yang mumpuni untuk memenuhi semua kebutuhan beras konsumen. Saya menyarankan konsumen bisa memanfaatkan kios penjualan beras Bulog yang memiliki spanduk khusus,” jelasnya.

Dia berharap jika masyarakat banyak yang melakukan pembelian ke kios tersebut, maka harga beras Bulog akan memicu terjadinya penurunan harga beras secara keseluruhan.

“Saya menilai untuk kondisi harga di Pasar Brayan sudah mencerminkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang ditetapkan oleh Bulog sebesar 9.950 per kg nya,” terangnya.

“Diharapkan Bulog tetap berada di pasar. Satgas Pangan khususnya KPPU diharapkan bisa terus mengawasi distribusi beras di masyarakat. Terlebih saat ini kita sedang menuju bulan Ramadhan, dimana permintaan kebutuhan pangan kerap mengalami kenaikan,” pungkasnya. (psc)