PORTALSWARA.COM — Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan menggelar koordinasi bagi kelompok kerja operasional Posyandu, Puskesmas, camat, PKK dan mitra dalam pengelolaan Posyandu, di Aula MAN 2 Padangsidimpuan. Acara secara resmi dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan, Balyan Siregar MKes.
Koordinasi ini digelar bagi kelompok kerja operasional Posyandu, Puskesmas, camat, PKK dan mitra dalam pengelolaan Posyandu yang ada di enam kecamatan di Kota Padangsidimpuan. Kegiatan ini digelar mulai 11 September sampai 13 September 2023 di Aula MAN Padangsidimpuan.
Tujuan pelaksanaan koordinasi ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan di tingkat kelompok kerja dengan membentuk tim dan mengupayakan setiap kelompok kerja memiliki SK Pokjanal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan, Balyan Siregar MKes, mengatakan, kegiatan ini bukan hanya saja untuk pembentukan tim dan pembuatan SK Pokjanal. Tetapi bagaimana Posyandu bisa diberdayakan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat menjadi lebih maksimal.
“Di satu sisi Puskesmas belum mampu menggambarkan bagaimana pelayanan kesehatan di masyarakat, maka Posyandu diharapkan sebagai ujung tombak itu semua berfungsi lebih maksimal, karena Posyandu lahir dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat,” terang Balyan Siregar MKes.
Ita Arbaiyah SKM MKes menerangkan, Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Utamanya guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita.
“Posyandu ini adalah salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita,” terang Ita.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Tuti Erlina SSos, menggambarkan dalam hal pembangunan kesehatan masyarakat sebagai piring dan isinya. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menjadi wadah dalam hal pembangunan kesehatan masyarakat dan Dinas Kesehatan yang mengisi bagaimana untuk membangun kesehatan masyarakat.
“Ibarat piring, Dinas Pemberdayaan masyarakat menjadi wadah atau tempat dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Bagaimana tempatnya lebih baik, itu fungsi Dinas PMD. Sedangkan bagaimana pengisiannya atau pembangunan kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan berperan penting,” tutur Tuti. (psc)






