PORTALSWARA.COM — Buruknya kondisi Pasar Tavip Pemerintah Kota (Pemko) Binjai di lantai dasar menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pedagang. Kondisi ini juga menjadi sorotan.
Salah satunya dari Ketua Binjai Corruption Watch (BCW) Kota Binjai Gito Affandy. “Saya merasa prihatin dengan kondisi Pasar Tavip, terutama yang berada di lantai dasar sekarang ini,” ungkap Gito kepada wartawan, Rabu (17/05/2023).
“Kita tengoklah lantai dasar yang ditinjau Kabid Perdagangan akibat resapan air dari lantai II pasar daging kemarin, kondisinya sangat merugikan bagi pedagang yang di bawah. Disamping bau busuk, resapan air juga sangat mengganggu dan merusak barang pedagang lain. Padahal persoalan ini sudah berulang kali dilaporkan pedagang kepada petugas pasar dan kebersihan. Teapi tidak pernah ada respons,” papar Gito.
Menurut Gito, dari keterangan para pedagang, mereka sudah melaporkan kondisi ini dari bulan Desember tahun 2023 lalu, para pedagang itu sudah capek untuk melapor.
Karena sudah sekian lama tak juga ditanggapi, baru-baru inilah para pedagang melaporkan nasib mereka kepada LSM BCW dan Wartawan.
Begitu mendapat laporan, LSM BCW dan wartawan menghubungi Kadisnaker Prindag Pasar Hamdani Hasibuan dan Kabid Pasar Perdagangan Gelora Jaya Ananda. Setelah menghubungi keduanya barulah direspons dan kemarin mereka turun ke lokasi.
“Namun, kata Gito, meski mereka sudah turun meninjau ke lokasi, tapi kita tidak tau kapan mau diatasi secara teknis,” ujarnya.
Gito juga mengungkapkan masalah penampungan pedagang daging di lantai II sudah menelan anggaran untuk itu. Tetapi, faktanya, lokasi lantai dasar jadi kayak kubangan dan bauk.
“Persoalan ini harus secepatnya diatasi. Kadis, Kabid Perdagangan dan Kasinya harus segera membuat terobosan untuk itu,” harapnya.
Jadi, katanya, pihak dinas jangan menyalahkan pedagang kalau informasinya sampai kepada mereka. Bahkan, Gito juga mengaku masih banyak mengantongi info perihal bangunan bernilai milliaran rupiah di Pasar Tavip yang mubazir.
“Ada berapa titik di Pasar Tavip ini yang mubazir. Dalam hal ini kita tidak boleh menyalahkan walikota. Tetapi pejabat yang diangkat itulah yang tak siap mendukung ide walikota,” tandanya. (psc)







