PORTALSWARA.COM — Kontroversi muncul saat Tim Kampanye Daerah atau TKD AMIN Sumatera Utara (Sumut) terlibat cekcok dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Medan.
Cekcok tersebut dipicu oleh penertiban mobil yang parkir di atas trotoar dekat Kantor TKD AMIN Sumut.
Ketua TKD Sumut, Edy Rahmayadi, disebut-sebut meminta agar timnya masuk ke dalam kantor saat kejadian.
Juru bicara Tim AMIN Sumut, Tumpal Panggabean, menyatakan, mereka tidak melapor ke Edy Rahmayadi karena saat itu Edy sedang berada di dalam kantor tengah mengikuti acara pengajian.
“Saat kejadian, Edy disebut berada di dalam kantor Tim AMIN Sumut,” ujar Tumpal di lokasi kejadian.
Saat ditanya mengenai respons Edy, Tumpal menyebut bahwa Edy terlihat hanya senyum-senyum dan memahami kekuasaan untuk melakukan penindakan.
“Ya dia ketawa aja, itu kan biasalah, ketika dia lihat seperti itu dia senyum-senyum aja. Dia paham persis lah bahwa kekuasaan itu bisa melakukan apapun dalam hal melakukan penindakan yang seharusnya ke A bisa ke B, dia paham, sehingga dia tidak mau turun ke lapangan dan kita juga bisa menyelesaikannya,” papar Tumpal.
Edy Rahmayadi dikabarkan tidak keluar dari kantor saat mengetahui adanya keributan, hanya meminta agar para pengurus masuk ke dalam kantor untuk menghindari keributan di luar.
Sebelumnya, Dishub Medan menertibkan mobil yang parkir di trotoar dekat Kantor Tim AMIN Sumut, memicu cekcok dengan pihak TKD. Video yang beredar menunjukkan aksi saling hadang dan pertukaran kata-kata tinggi antara kedua belah pihak.
Situasi ini terjadi saat Tim AMIN Sumut sedang menggelar pengajian di kantor mereka. Kejadian kontroversial ini menciptakan ketegangan antara TimĀ AMIN Sumut dan Dishub Medan. (psc)






