Breaking News
Ramai-ramai Tolak Pangkat Jenderal Kehormatan Prabowo I 13 Kepala Daerah Ajukan Permohonan ke MK Usulkan Pilkada 2025 I Daftar Daerah yang Bakal Gelar Pilkada Serentak 27 November 2024 I Tolak Rencana KUA Sebagai Tempat Pencatatan Nikah Semua Agama, Hidayat Nur Wahid: Bisa Memicu Disharmoni I Jabatan Plt Sekretaris DPRD Labuhanbatu Parulian Diduga Ilegal

LBH Medan Minta Kejari Langkat Diperiksa soal Tuntutan Rendah Kasus Kerangkeng

PORTALSWARA.COM, Medan — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan minta Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat agar diperiksa. Jaksa Muda Pengawas (Jamwas) di Kejaksaan Agung dan Komisi Kejaksaan diminta melakukan pemeriksaan terkait tuntutan terhadap terdakwa yang dinilai rendah, atas kasus penyiksaan dan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin.

Empat terdakwa kasus penyiksaan hingga tewas penghuni kerangkeng manusia dituntut masing-masing dengan pidana 3 tahun penjara. Empat terdakwa yang telah dibacakan tuntutannya Dewa Peranginangin (anak dari Bupati Langkat Terbit Rencana), Hendra Surbakti, Hermanto Sitepu dan Iskandar Sembiring.

Menurut Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, tuntutan JPU sangat ringan dan melukai rasa keadilan di masyarakat. Seharusnya tindakan para terdakwa yang diduga telah menghilangkan nyawa para korban dituntut secara objektif sesuai aturan hukum yang berlaku.

“LBH Medan juga menduga ada kejanggalan dalam tuntutan dan ketidakseriusan JPU menangani perkara ini,” kata Irvan, Selasa (15/11/2022).

Irvan mengatakan, dalam dakwaannya, para terdakwa disebut melanggar pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP atau 351 ayat (3) KUHP. Pihaknya melihat itu sebagai dakwaan yang disusun cermat, jelas dan lengkap sesuai dengan Pasal 143 KUHAP. Tapi, katanya, hal berbeda justru muncul pada tuntutan terhadap terdakwa.

“Namun anehnya ketika tuntutan jaksa menyatakan para terdakwa secara sah melanggar Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana,” jelasnya

Baca Juga :  Waduh! Lonceng Gereja GKPI Medan Diembat Maling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *