Mantan Komisioner Tanjungbalai Diperiksa KPU Sumut Terkait Pengunduran Diri

PORTALSWARA.COM — Mantan komisioner Tanjungbalai diperiksa Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara (KPU Sumut) terkait pengunduran dirinya.

Ketua Kota Tanjungbalai, Luhut Parlinggoman Siahaan, menjalani pemeriksaan, klarifikasi selama satu jam, di Kantor KPU Sumut, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan, Jumat (14/07/2023).

Komisioner KPU Sumut, Ira Wirtati mengungkapkan, klarifikasi ini, terkait dengan pengunduran diri Luhut sebagai Ketua KPU Kota Tanjungbalai. Selain Luhut, 4 komisioner Tanjungbalai dan Sekretariat KPU Kota Tanjungbalai ikut juga menjalani pemeriksaan.

“Baik, Ketua KPU Kota Tanjungbalai, sudah kita mintai klarifikasi terkait dengan pengunduran dirinya. Pada pukul 14.30 WIB hingga pukul 15.30 WIB,” sebut Komisioner KPU Sumut, Ira Wirtati, Jumat (14/07/2023).

Ira yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sumut, menjelaskan, materi pemeriksaan Luhut seputaran terkait dengan pengunduran dirinya dan informasi berkembang di media sosial, informasi beredar terkait dia jadi Ketua Umum Relawan Barisan Nasional Ganjar Pranowo (BN-GP)

“Klarifikasi seputaran pengunduran diri, sebagai anggota KPU Kota Tanjungbalai dan berita-berita di media sosial (terkait jadi Ketua BN-GP),” kata Ira.

Pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Luhut, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Pembentukan dan Tata Kerja Badan Adhoc Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota.

Pemeriksaan dan klarifikasi selama satu jam itu. Ira mengungkapkan setelah itu, akan dibawa dalam rapat pleno sebagai Pengawasan internal di KPU Sumut.

“Jadi, bawa ke rapat pleno, belum ada keputusan. Kemudian, hasilnya akan sampaikan ke KPU RI,” jelas Ira.

Untuk diketahui KPU Sumut menerima surat pengunduran diri pada 7 Juli 2023. Pasca Luhut, terpilih dan jadi Ketua Umum Relawan Barisan Nasional Ganjar Pranowo. (psc)

Baca Juga :  PDIP Solo Minta Gibran Kembalikan KTA