OJK Ungkap Penyebab Investasi dan Pinjol Ilegal Masih Marak

PORTALSWARA.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merinci penyebab maraknya investasi dan pinjol ilegal di Indonesia.

Menurut analis OJK, Sokhib Nur Prasetyo, pertumbuhan aplikasi dan situs web yang mudah diunggah menjadi faktor utama penyebaran investasi ilegal.

Sokhib mengungkapkan bahwa meskipun Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal berpatroli setiap hari, investasi dan pinjol ilegal tetap berlanjut.

” Selain itu, kesulitan pemberantasan juga karena lokasi server ilegal berada di luar Indonesia atau tidak diketahui lokasinya,” ujarnya, Sabtu (06/01/2023).

OJK juga menghadapi kesulitan menentukan sumber lokasi, bahkan kecanggihan teknologi membuatnya sulit dilacak oleh kepolisian atau Interpol. Keterbatasan pemahaman dan tingkat literasi inklusi keuangan di masyarakat serta kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan juga menjadi penyebab maraknya investasi ilegal.

Selain itu, kebutuhan mendesak akibat kesulitan keuangan dan keinginan untuk cepat kaya tanpa usaha turut memperburuk situasi. Sokhib menegaskan bahwa tidak hanya kalangan menengah ke bawah yang terjerat, tetapi juga kalangan menengah ke atas menjadi korban.

Satgas Pasti, dalam laporan resmi, mengungkapkan bahwa pada November 2023, mereka menemukan 22 entitas yang melakukan kegiatan ilegal, termasuk penawaran investasi tanpa izin dan penawaran kerja paruh waktu dengan sistem deposit. Pemblokiran 337 pinjaman online ilegal dan penemuan 288 konten pinjaman pribadi yang melanggar ketentuan kerahasiaan data pribadi juga dilakukan oleh Satgas.

Melansir kompas.com, Senin (08/01/2024), sejak tahun 2017 hingga 2023, Satgas Pasti telah menghentikan 8.149 entitas keuangan ilegal, termasuk investasi ilegal, pinjaman online ilegal, pinjaman pribadi, dan entitas gadai ilegal. Masyarakat juga dilibatkan dalam pelaporan aktivitas ilegal, dengan Satgas Pasti menemukan 38 rekening bank atau virtual account terkait pinjaman online ilegal berdasarkan laporan dari masyarakat. (psc)

Baca Juga :  AirAsia Turunkan Harga Tiket Pesawat! Terbang ke Singapura Hanya Rp1