PORTALSWARA.COM — Uang menang lomba Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (PT P2W-KSS) masih ditahan oleh Lurah Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Cipto.
Hal itu diakui Cipto saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (25/02/2023), melalui pesan WhatsApp nya, terkait uang Rp30 juta hadiah kemenangan yang ditagih peserta lomba PT P2W-KSS.
Menurut Cipto, uang tersebut masih ada di rekeningnya. Dia katakan, dirinya menunggu instruksi dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Masyarakat Binjai (P3AM), Hilda.
“Masih ada di rekening saya,saya hanya menunggu perintah dari Kepala Dinas P3AM Hilda. Apa kata Ibu Hilda kasi, ya saya kasi uang perlombaan mereka. Tetapi sampai sekarang belum ada Ibu Hilda menyuruh saya memberikan uang kepada mereka. Malah sebaliknya saya menanyakan kepada istri saya, apa kata Ibu Hilda ma, katanya uang itu untuk keperluan Kantor Lurah Tunggurono,” papar Cipto, seraya menyebutkan kalau Hilda sangat prihatin sekali dengan keadaan Kantor Lurah Tunggurono.
Terkait uang menang lomba PT P2W-KSS, Cipto juga mengungkapkan, uang tersebut langsung ditransfer ke rekening miliknya. Hanya saja memang tidak utuh sebesar Rp30 juta. Tetapi sudah langsung di potong oleh pihak dinas Sumut saat ditransfer.
“Biar abang tau yang dikirim dari Dinas Provinsi Sumatera Utara ke rekening saya Rp25.500.000. Dipotong Dinas Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp4.500.000. Satu hal lagi biar abang tau, peserta yang mengikuti perlombaan aku masukkan sebagai peserta KIS,” beber Cipto kepada wartawan.
Pernyataan Cipto soal kartu KIS membuat wartawan bingung dan bertanya-tanya, kenapa soal kartu KIS diungkit-ungkit. Padahal soal kartu KIS sudah menjadi kewajiban lurah untuk mengayomi dan melindungi warganya.
“Bukan saya ungkit-ungkit bang. Masa mereka ungkit tentang dana perlombaan itu, ya saya ungkit juga lah bang,” ujar Cipto, yang mengaku khawatir akan ada temuan terkait perlombaan PT P2W-KSS tersebut.
Saat dicecar wartawan mengapa mesti khawatir dan bisa menjadi temuan soal perlombaan PT P2W-KSS itu, Cipto malah meracau, pembicaraannya jadi nmgelantur tak jelas.
“Kipas angin udah saya beli, kursi pelastik 5 biji sudah saya beli, asbes kantor lurah bocor, jadi udah saya perbaiki,” ungkap Cipto yang membuat wartawan bengong. (nd/psc)






