PORTALSWARA.COM — Pasar Harjodaksino, Solo, digemparkan dengan peredaran uang palsu pecahan 100 ribu. Sejumlah pedagang, termasuk Giyarsih (52), mengungkapkan menjadi korban setelah menerima empat lembar uang palsu dari seorang pembeli pada Selasa (30/01/2024) lalu.
Giyarsih menyampaikan, keadaan pasar yang ramai usai subuh membuatnya tidak sempat memeriksa uang yang diterima. Baru saat hendak menabung di bank keliling, ia mengetahui uangnya palsu dan mengalami kerugian hingga Rp500 ribu.
“Pas banyak orang, nggak diperhatikan, (ternyata) dapat empat (uang rupiah palsu 100 ribu),” tutur Giyarsih saat ditemui di lapaknya, Selasa (30/01/2024).
Meski beberapa pedagang mengalami hal serupa, Giyarsih belum melaporkan kejadian tersebut ke Lurah Pasar Harjodaksino, Anto maupun ke Polsek Serengan. Ia menyatakan kecurigaannya terhadap kemungkinan adanya sindikat terkait peredaran uang palsu tersebut.
Bowo (68), penjual jajanan pasar, dan Narni (60), penjual daging, juga mengakui menjadi korban uang palsu. Bowo menceritakan kejadian ketika membeli bolu dengan uang palsu 100 ribu, sementara Narni menerima uang palsu pada siang hari.
Anto, belum menerima laporan resmi terkait peredaran uang palsu, namun mengimbau pedagang untuk lebih berhati-hati. Anto menyatakan bahwa di kantor sudah tersedia alat dari Bank Indonesia untuk pengecekan uang palsu.
Melansir detikJateng, Rabu (31/01/2024), para pedagang diimbau untuk melaporkan kejadian serupa ke kepolisian agar dapat ditindaklanjuti. Sementara itu, warga Harjodaksino diingatkan untuk menggunakan mesin pengecekan uang BI saat transaksi yang mencurigakan. (psc)






