PORTALSWARA.COM — Pengurusan buku nikah di KUA (Kantor Urusan Agama) Deli Serdang bayar Rp600 ribu. Narasi adanya pungli di KUA Sunggal, Deli Serdang tersebut, terekam dalam sebuah video, heboh dan viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik yang dilihat, Kamis (03/08/2023) tersebut, menampilkan seorang pria memakai batik berwarna hijau sedang duduk di kursi. Sedangkan terdengar suara perempuan di balik layar yang mengaku sebagai korban pungli.
Terlihat beberapa orang dalam video tersebut, mereka terlihat duduk tidak mengindahkan perempuan yang sedang protes ke salah satu ASN di KUA Sunggal itu. Perempuan tersebut mengaku jika dia diminta uang administrasi sebesar Rp600 ribu untuk mengeluarkan duplikat buku nikah yang dimintanya.
“Saya mau urus duplikat pernikahan saya, diminta administrasi Rp600 ribu, saya nggak mau. Alasan mereka ini sulit, jadi butuh admin Rp600 ribu. Saya minta dikeluarkan surat pernyataan jika duplikat tidak bisa dikeluarkan, mereka juga menolak,” terdengar suara perempuan dalam video.
Pria tersebut terlihat tidak membantah soal tuduhan pungli Rp600 ribu tersebut. Pria tersebut hanya meminta untuk perempuan tersebut untuk datang kembali setelah jam istirahat selesai, sekitar pukul 13.00 WIB.
Namun perempuan tersebut tidak mau, karena mengaku sudah satu jam lebih di lokasi tersebut. Pria tersebut terdengar menyebut jika data perempuan itu sedang dicari dan meminta untuk kembali setelah jam istirahat selesai.
Kepala Kantor Kementerian Agama Deli Serdang, Abdul Haris Harahap, tak membantah perihal peristiwa dalam video tersebut terjadi di Deli Serdang.
“Hari Jumat semalam itu,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (03/08/2023).
Kemudian mereka memanggil pria yang berstatus PNS tersebut untuk dimintai keterangan, Senin (31/07/2023). Pria tersebut merupakan pegawai honorer yang diangkat menjadi PNS melalui jalur K2.
Namun saat itu, pria berstatus PNS tersebut membantah jika sudah melakukan pungli. Dia membantah jika meminta uang Rp600 ribu ke perempuan itu.
“Dia nggak ngaku ada diminta Rp600 ribu, kita BAP nggak mau dia ngaku, nggak ada saya minta biayanya, katanya,” ucap Haris. (psc)












