Breaking News
PDIP Meminta KPU Tunda Penetapan Prabowo-Gibran Akibat Gugatan di PTUN I Edy Rahmayadi Tetap Berusaha Daftar ke Golkar dan Gerindra Meski Ditolak I MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres 2024 I Eks Direktur Utama RSUP Adam Malik Terduga Korupsi Rp8 Miliar Ditahan IOknum Dokter Tersangka Cabuli Istri Pasien Berdamai dengan Rp600 Juta
banner 600x300

6 Pensiunan Jenderal Bergabung ke PDIP, Siapa Saja Mereka?

PORTALSWARA.COM, Jakarta – Enam pensiunan jenderal TNI dan Polri bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Para purnawirawan tersebut, di antaranya, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ganip Warsito, Laksamana Madya TNI (Purn) Agus Setiadji, Mayjen TNI (Purn) Gunawan Pakki, Mayjen TNI (Purn) F Saud Tamba Tua, Brigjen TNI (Purn) Donar Philip Rompas dan Irjen Pol (Purn) Fakhrizal.

Tak hanya mereka. Ada juga seorang legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki yang juga bergabung menjadi kader PDIP.Menurut Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, masuknya purnawirawan TNI-Polri ini untuk peningkatan disiplin partai ke depan.

“Untuk mengembleng kader partai agar disiplinnya makin kokoh,” kata Hasto, Minggu (30/10/2022).

Nantinya, kata Hasto, mereka bakal mendapat penugasan khusus dalam mempersiapkan HUT ke-50 PDIP.

“Mereka yang bergabung akan dilatih oleh partai dan mendapatkan penugasan khusus di lapangan,” jelasnya.

Pada HUT yang jatuh pada 10 Januari, PDIP akan menampilkan wajah partai yang ideologis (nasionalis) serta mengakar pada rakyat.

“Dalam puncak konsolidasi partai akan ditampilkan wajah partai yang sangat ideologis, wajah partai yang membela Pancasila, kemudian konstitusi negara, dan kebhinekaan, serta berakar dari kehendak rakyat,” katanya.

Patuhi keputusan capres dan cawapres di tangan Megawati. Hasto Kristiyanto menegaskan agar para kader bisa mematuhi keputusan yang telah disepakati dalam kongres V PDIP.

Salah satu poin yang harus dipatuhi kader, yaitu soal capres dan cawapres yang bakal diusung PDIP melalui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Terkait dengan Capres-Cawapres, kongres telah memberikan mandat kepada Ibu Ketua Umum sehingga seluruh anggota dan kader partai tidak boleh membuat suatu gerakan, gerakan tambahan,” jelas Hasto.

Para kader, dilansir dari SuaraSumut.id, Minggu (30/10/2022), partai harus memahami jika pencalonan Capres dan Cawapres 2024 ada tahapan dan mekanisme yang harus dilalui.

Baca Juga :  Khofifah Isyaratkan Kembali Maju Pilkada Jatim, Cak Imin: PKB Akan Tetap Fokus pada Pemilu

“Itu yang kita lakukan dan konsolidasi harus dilakukan terus-menerus, sehingga saat perintah dari ibu ketua umum itu nanti turun seluruh jajaran partai sudah siap bergerak menangkan calon presiden, calon wakil presiden yang ditetapkan oleh ketua umum kita,” tuturnya. (psc/bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *