Panji Gumilang Ingin Ubah Pemerintahan di Indonesia, Begini Katanya

PORTALSWARA.COM — Syekh Panji Gumilang, Pendiri Mahad Al Zaytun Indramayu, ingin ubah pemerintahan dj Indonesia. Seperti apa?

Panji Gumilang ingin sistem pemerintahan di Indonesia berubah dan diperpendek alurnya. Sehingga tidak terlalu banyak jenjang.

Dia yakin, dengan memperpendek alur koordinasi pemerintahan itu, pembangunan akan lebih cepat dan tepat sasaran.

Usulan dari Syekh Panji Gumilang, ubah pemerintahan Indonedia, semestinya cukup hanya ada 3. Yakni, pemerintah pusat, pemerintah daerah lalu desa.

Pemerintah daerah ini, cukup di level provinsi atau di kabupaten/kota. Lalu setelah itu, langsung ke pemerintahan desa.

Menurutnya, pemerintahan yang diperpendek, bisa membuat pembangunan terkonsentrasi di desa. Sehingga kesejahteraan masyarakat akan lebih cepat tercapai.

“Kita ingin masuk ke abad Indonesia yang maju, caranya menata Indonesia ini dari desa. Mempersingkat dan memperpendek pemerintahan. Ada pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemerintah desa,” kata Syekh Panji Gumilang, saat ditemui di Mahad Al Zaytun.

Menurutnya, fokus utama pembangunan harus di desa. Dengan demikian, masyarakat desa tidak melakukan urbanisasi ke kota.

“Desa dibangun. Karena pusat segala macam itu, adanya di desa. Kekurangan makan di Indonesia sehingga impor, karena tidak memperhatikan desa,” tegasnya.

Kelak, kata dia, harus dibangun Kementerian Pertanian dan Pembangunan Desa. Pendidikan juga harus disentralkan di desa.

“Setingkat kecamatan yang tidak ada itu, di situlah pendidikan dari SD sampai Kelas 12. Bentuknya adalah wajib belajar. Berasrama. Maka rakyat tidak memikirkan biaya pendidikan, tapi negara,” bebernya.

Beban biaya pendidikan itu, seharusnya bisa di-cover lewat pajak yang dipungut oleh negara. Dengan pemerintahan yang hanya ada 3, tentu akan banyak terjadi efisiensi.

“Negara membiayai lewat pajak dari masyarakat. Di situ akan terjadi penanaman generasi muda dan dasar negara. Satu versi pemahaman,” bebernya.

Baca Juga :  Rico Waas Salut PN Medan Pengadilan Terlengkap di Indonesia

Menurut Syekh Panji Gumilang, Bangsa Indonesia masuk ke tahun 2045 harus sudah menjadi luar biasa. Karenanya, generasi yang mengisi masa kemajuan tersebut harus dipersiapkan dari sekarang.

“Jadi urbanisasi adalah mengatakan desa, bukan memindahkan rakyat desa ke kota. Saya mengubah teori sosiologi. Saya bukan. Kota itu, punya peradaban. Bergerak berdasarkan ilmu, berdasarkan program, etos kerja tinggi dan mempertahankan yang sudah dikejar,” tegasnya.

Bagi Syekh Panji Gumilang, itulah yang namanya masyarakat madani sesungguhnya. Karena sudah disentralkan di desa, kesejahteraan pun disentralkan di desa.

Tapi untuk itu dapat terwujud, tentu perlu peran besar dari pemerintah. Bahkan investasi sumber daya manusia (SDM) ini, sudah dimulai dari ibu mengandung.

“Semuanya harus diperhatikan agar menjadi generasi yang sehat. Adapun kegamaan sudah diatur dalam dasar negara Ketuhanan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Melansir radarcirebon.com, Sabtu (03/06/2023), usulan itu dikemukakan Syekh Panji Gumilang karena yakin persolan pendidikan hingga ketahanan pangan bisa diselesaikan mulai dari tingkat desa.

Selama ini, Indonesia kesulitan dalam swasembada pangan hingga ketahanan lainnya karena kurang memperhatikan desa. (psc)