PORTALSWARA.COM — Suku Mengbetu memiliki kepala lonjong dengan cara dibentuk.
Melansir dari berbagai sumber, Kamis (13/07/2023), Suku Mangbetu tinggal di wilayah timur laut Kongo, Afrika Tengah, memiliki bentuk kepala berbeda dari orang lain.
Hingga Suku Mangbetu dianggap manusia paling unik di dunia dan dipastikan ini bukan mitos belaka atau menggunakan wik atau rambut palsu.
Namun walau asli, kepala seperti alien ini juga buka bawaan sejak dalam kandung atau sejak lahir.
Suku Mangbetu memiliki kepala lonjong atau panjang dibentuk sejak kecil, yaitu mulai dari bayi berumur satu bulan.
Caranya juga cukup menyakitkan, dimana kepala bayi dibungkus erat menggunakan kain agar kepalanya ikut terbentuk, yakni berbentuk memanjang.
Dan proses ini terus berlangsung hingga beberapa tahun sampai memeroleh bentuk yang diinginkan.
Bentuk kepala ini sendiri menjadi simbol keagungan, keindahan, kekuatan bahkan menandakan kecerdasan yang lebih tinggi.
Meski bentuknya tidak umum, tapi disebutkan bahwa hal itu tidak memengaruhi fungsi otak.
Selain bentuk kepala yang berbeda, suku ini juga dikenal dengan tradisinya yang cukup unik dan menarik.
Tradisi ini mulai ditinggalkan sejak tahun 1950an, atau ketika lebih banyak orang eropa dan barat yang datang ke wilayah tersebut.
Ini juga dilarang oleh Pemerintahan Belgia yang memerintah Kongo pada masa kolonial.
Suku Mengbetu dikenal dengan suku yang maju dalam bidang musuk, para sejarawan dan penikmat seni, Mangbetu sudah dikenal sebagai salah satu suku di dunia dengan kemampuan bermusik yang tinggi.
Bahkan, bagi para penggiat musik, drum serta harpa Mangbetu adalah salah satu instrumen yang paling banyak diburu.
Suku Mangbetu yang berhasil menarik perhatian para penjelajah adalah praktik kanibalisme yang sempat dilakukan oleh para suku Mangbetu kuno.
Budaya kanibalisme ini pun sempat disampaikan oleh salah satu sejarawan ternama asal Amerika Serikat (AS), David Levering Lewis.
Juga ada penelitian yang menyebutkan, Mangbetu adalah salah satu suku yang sempat mempraktikkan kanibalisme pada sekitar tahun 1880an. (psc)






