Warga Lereng Lewotobi Heboh dengan Kemunculan Ular Berkepala Dua di Tengah Erupsi Gunung

PORTALSWARA.COM — Warga lereng Lewotobi Laki-laki dihebohkan dengan munculnya ular berkepala dua di depan rumah warga Dusun Wolorona Timur, Desa Hokeng Jaya, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lusia Nurak (34), seorang warga, menyatakan kekagetannya, menyebut ini sebagai peristiwa pertama kali munculnya ular kepala dua di permukiman mereka.

“Kami lihat (ular kepala dua) tadi pagi di depan rumah salah satu warga Dusun Wolorona Timur,” ujar Lusia Nurak (34) warga setempat.

Kemunculan ular tersebut meningkatkan kecemasan warga lereng Lewotobi, terutama karena bersamaan dengan aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terus-menerus. Lusi Nurak mengungkapkan kekhawatiran masyarakat,

“Kami takut sekali, kita tidak tahu pertanda apa ini. Semoga saja tidak terjadi apa-apa ke depan,” imbuhnya.

Ular berukuran jari telunjuk orang dewasa dengan panjang sekitar 20 centimeter itu telah dikembalikan ke hutan oleh warga setempat. Kabar tentang kemunculan ular kepala dua tersebar di media sosial WhatsApp, dan beberapa warga menyisipkan unsur mistis dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih terus berlanjut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah meningkatkan status gunung tersebut dari level III siaga ke level IV awas pada Selasa (09/01/2024) pukul 23.00 Wita. Warga dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi, serta sektoral 6 kilometer ke arah utara dan timur laut.

Masyarakat diminta untuk tenang dan mengikuti arahan Pemerintah Daerah, serta waspada terhadap isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Dalam menghadapi potensi erupsi dan hujan abu, disarankan agar masyarakat tetap berada di dalam rumah.

Melansir Kompas.com, Jumat (19/01/2024), jika berada di luar rumah, diharapkan menggunakan pelindung hidung, mulut dan mata. Selain itu, warga di sekitar Gunung Lewotobi juga diingatkan untuk mewaspadai potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama saat hujan intensitas tinggi. (psc)

Baca Juga :  Tapanuli Tengah Sumut Diguncang Gempa M 3,2