Viral Pasutri Jadi Korban Salah Tangkap di Cileungsi, Polres Bogor Minta Maaf

PORTALSWARA.COM — Pasangan suami-istri (pasutri) menjadi korban salah tangkap di Cileungsi, Kabupaten Bogor, setelah disergap oleh sekelompok orang yang mengaku polisi.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengkonfirmasi kejadian salah tangkap tersebut, menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap anggota yang terlibat sedang dilakukan.

“Betul, itu (video viral) betul (kejadiannya). Sedang dilakukan pemeriksaan siapa anggota yang berbuat dan siapa berperan apa,” kata Rio dihubungi Jumat (09/02/2024) malam.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara, peristiwa terjadi saat pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan di Rancabungur. Identifikasi pelaku lain dilakukan berdasarkan informasi dari tersangka yang telah tertangkap, termasuk ciri-ciri mobil yang sesuai dengan kendaraan korban dalam video viral.

“Pelaku kemudian memberikan informasi penting terkait rekan-rekannya yang terlibat dalam kejahatan tersebut, termasuk menyebutkan ciri-ciri kendaraan yang sesuai dalam video viral tersebut, yang diduga adalah milik rekan-rekan pelaku sesuai yang disebutkan,” kata Teguh.

Operasi penyelidikan dan penangkapan dilakukan oleh tim resmob gabungan, termasuk di Pasir Angin Cileungsi. Namun, penangkapan tidak sesuai dengan informasi yang diberikan oleh tersangka, dan korban akhirnya dilepaskan di lokasi kejadian.

Rekaman CCTV yang menampilkan penyergapan tersebut viral di media sosial, memperlihatkan sekelompok pria menyergap pasangan suami-istri di SPBU Pasir Angin. Meskipun korban sudah menerima permohonan maaf dari pihak kepolisian, kejadian ini memunculkan kekhawatiran terkait proses identifikasi yang dilakukan oleh aparat.

Pihak kepolisian berjanji akan memberikan penjelasan lebih lanjut setelah pemeriksaan terhadap anggota yang terlibat selesai dilakukan. Korban, Subur (45), memberikan keterangan bahwa mereka tiba-tiba disergap oleh orang yang mengaku sebagai anggota polisi saat hendak membeli BBM di SPBU.

Melansir detiknews.com, Minggu (11/02/2024), korban dipaksa keluar dari mobilnya, diikat tangan, dan dibawa masuk ke dalam mobil dengan ancaman senjata. Meskipun sudah dilepaskan dan memperoleh permintaan maaf, kejadian ini meninggalkan dampak psikologis dan menimbulkan pertanyaan terkait prosedur identifikasi yang dilakukan oleh aparat keamanan. (psc)

Baca Juga :  Viral Pria Curi Besi Taman Demi Nasi Bungkus