PORTALSWARA.COM — Kasat Narkoba Polres Karo, AKP Johnny Hasudungan Pardede SH, yang baru 2 minggu menjabat dituding terduga memelihara bandar sabu-sabu dengan sistem Cash on Delivery (COD).
Awal menjabat, gebrakan Kasat Narkoba langsung terlihat, dengan penggerebekan dan penangkapan di sejumlah lokasi peredaran narkoba.
Namun, belakangan terendus, dugaan dari lapangan, penangkapan tersebut hanya shock therapy belaka. Bahkan mencari bandar baru untuk mengedarkan sabu-sabu sistem COD.
Kasat Resnarkoba Polres Tanah Karo, AKP Jhonny Hasudungan Pardede SH saat dikonfirmasi wartawan, Senin (02/02-2026), mengatakan, kalau pihaknya tidak pernah mentolerir peredaran narkotila jenis apapun. Apalagi sampai ada terima setoran-setoran.
“Trims infonya pak, info ini membuat kami lebih semangat memberantas narkotika jenis apa pun. Terimakasih bujur milala,” jelasnya.
Hasil penelusuran di lapangan, peredaran sabu-sabu di wilayah kabanjahe dan Berastagi mengunakan sistem COD. Karena setorannya bernilei miliaran per minggu.
Seperti tampak di beberapa lokasi di bawah kendali bigboss berinisial GDS dan pembagi buah berinisial BLN. Sedangkan anggota COD berinisial TB, KJK, AS serta SBR untuk wilayah Kecamatan Kabanjahe Untuk Kecamatan Berastagi berinisial BLN.
Seperti diketahui, AKP Jonny Hasudungan Pardede SH dilantik sebagai Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Polres Tanah Karo, dalam upacara serah terima jabatan yang digelar di Mapolres Tanah Karo, Jumat (23/01/2026). (r/psc)






