PORTALSWARA.COM — Seorang oknum Aparatur Negara Sipil (ASN) berinisial FRD yang bertugas di Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Binjai dilaporkan suaminya (Yudi) atas dugaan perzinahan ke Polrestabes Medan.
Demikian disampaikan penasehat hukumnya Yudi, SR, SH, Rabu, (28/01/2025) kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.
Adapun laporan polisi nya tertulis di nomor : LP/B/530/XII/2024/SPKT/POLSEK MEDAN TUNTUNGAN/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 16 Desember 2024.
FRD bersama teman laki-lakinya berinisial RG ditemukan oleh suaminya tengah berada di kamar hotel yang berada di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan pada Minggu 15 Desember 2024 sekitar pukul 16.00 Wib.
“Kami menemukan FRD dan RG di dalam kamar hotel di Jalan Jamin Ginting Medan. Didampingi karyawan hotel, kami mengetuk pintu kamar hotel dan ditemukan RG dalam keadaan gugup serta pakaian semrawut dan istri Yudi (FRD) berada didalam kamar mandi,” ungkap Penasehat Hukum SR.
Saat itu, ketika korban meminta penjelasan kepada RG (teman laki-laki istrinya) atas keberadaan mereka didalam kamar hotel tersebut, akan tetapi yang terjadi malah keributan.
Kemudian, tim kuasa hukum korban mengajak FRD dan RG kekantor polisi untuk dimediasi namun keributan juga yang terjadi dan mencoba kabur.
“Kami mencoba minta penjelasan terhadap terlapor namun keributan juga yang terjadi. Sehingga atas peristiwa tersebut Yudi dan Penasehat Hukum SR menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke polisi,”.
Penasehat Hukum SR berharap pihak Polrestabes Medan segera menangkap terlapor dan di proses secara hukum yang berlaku di Indonesia.
“Saya berharap terlapor segera ditangkap dan di proses secara hukum,” pungkasnya.
Sayangnya, saat FRD dikonfirmasi wartawan melalui nomor WhatsApp nya 081xxxxx11, Rabu (28/01/2026), FRD tak menjawabnya. Bahkan mereject panggilan telpon wartawan. Ketika dicoba lagi konfirmasi dengan menelpon kembali berkali-kali, nomor WA nya tidak merespon, hanya notifikasi memanggil.
Bahkan kiriman pesan untuk konfirmasi melalui jalur pribadi (japri) di nomor WA yang sama, hingga berita ini tayang, belum juga direspon. (bees/psc)









