PORTALSWARA.COM — Sistem Polder Semarang bisa dipakai untuk tangani banjir Rob Belawan. Pembangunan prasarana pengendalian banjir rob di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, kini telah mencapai progres 90,20 persen.
Sebagaimana diketahui, kawasan tersebut rawan banjir rob, karena lokasinya yang diapit muara Sungai Belawan dan Sungai Deli.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun telah meninjau lokasi pembangunan infrastruktur tersebut, Kamis (09/02/2023).
Dia menginstruksikan untuk dilakukan percepatan serta penyempurnaan konstruksi sistem polder agar ancaman banjir rob di Belawan bisa tertangani. Sebab sistem polder busa digunakan tangani banjir rob Belawan.
“Saya minta agar sistem poldernya dipetakan dan dikerjakan secara detail dan rapi. (Untuk itu) bisa diambil contoh seperti sistem polder untuk penanganan banjir rob di Semarang,” ujar Basuki dalam keterangan resmi dikutip dari laman Kementerian PUPR, Jumat (10/02/2023).
Selain itu, meminta untuk selalu disiplin melakukan perapihan sisa-sisa material proyek selama dan sesudah pekerjaan konstruksi. Kemudian untuk lansekapnya juga dilakukan penghijauan dengan menanam berbagai macam pepohonan di sekitar parapet tanggul.
“Semua pekerjaan banjir rob di Kawasan Belawan ini harus selesai pada tahun 2023,” tandas Menteri PUPR.
Pengendalian banjir rob Belawan merupakan bagian dari program penataan Kawasan Belawan yang dilakukan Kementerian PUPR secara bertahap mulai dari tahun 2022 hingga beberapa tahun ke depan.
Penataan ini dilakukan untuk mengatasi ancaman banjir rob, kemiskinan ekstrem, dan masalah kesehatan di Kecamatan Medan Belawan.
Pembangunan prasarana pengendalian banjir rob Belawan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera II Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR bersama kontraktor pelaksana PT Bukit Zaitun dan konsultan supervisi PT Geodinamik Konsultan. Biaya pembangunannya sebesar Rp25,6 miliar dengan lingkup pekerjaan meliputi pembangunan parapet tanggul, pompa dan rumah pompa, drainase kolektor, box culvert dan pintu air. (psc)






